Home / Profil / Berkat Hati Tulus dan Kasih, Rosti Uli Purba Yakin Lolos Ke Senayan

Ajak Masyarakat Riau Bersatu Bangun Negeri Pasca Pemilu 2019

Berkat Hati Tulus dan Kasih, Rosti Uli Purba Yakin Lolos Ke Senayan

Berkat Hati Tulus dan Kasih, Rosti Uli Purba Yakin Lolos Ke Senayan
Istimewa
Rosti Uli Purba, Anggota DPD RI Dapil Riau Periode 2014-2019.

Pekanbaru, Oketimes.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Riau, Rosti Uli Purba, mengajak seluruh komponen masyarakat Riau, untuk tetap bersatu padu membangun negeri tercinta 'bumi lancang kuning', usai dilakukan pesta demokrasi atau Pemilu 2019 yang sudah berlangsung lancar, aman dan kondusif hingga kini.

"Dengan usainya pesta demokrasi ini, setidaknya kita bisa kembali bersatu padu dan bergandengan tangan membangun negeri tercinta ini kedepannya. Sehingga impian masyarakat, terutama masyarakat riau, bisa terwujud dengan baik dihadapan bangsa dan negaranya secara utuh," kata Rosti Uli Purba disela-sela acara silahturahminya dengan awak media di Pekanbaru, Senin 29 April 2019 malam.

Diakui Rosti Uli Purba, selama memasuki hari pesta demokrasi tahun ini, terutama selama 13 hari terakhir pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, yang dilakukan secara serentak di Nusantara, khususnya di provinsi Riau selama ini. Banyak terdengar isu- isu krusial yang timbul dan menyesatkan ditengah-tengah masyarakat, terutama mengenai hasil Pemilu 2019 selama ini.

Isu-isu krusial tersebut lanjut Rosti Uli Purba, banyaknya hembusan oknum masyarakat tentang penyebaran informasi hasil Pemilu 2019 yang kebenarannya belum dapat diyakini secara ril dan tidak bisa dipertanggungjawabkan terhadap pelaksanaan Pemilu 2019, yang akhirnya para peserta Pemilu 2019 melakukan saling klaim kemenangan terhadap pemilihnya masing-masing.

"Akibat adanya penyebaran informasi sepihak tersebut, masyarakat di era milenial saat ini, kian larut dan terjebak dengan adanya informasi sepihak tersebut. Hal ini bisa menyebabkan sistim demokrasi di negeri ini, semakin terjerumus dari koridornya," ungkap Rosti Uli Purba yang juga ikut menjadi peserta Pemilu 2019 dalam Pemilihan Calon Anggota DPD RI asal Riau saat ini.

Lantaran itu sambung Rosti, dirinya mengajak komponen masyarakat, terutama masyarakat Riau yang saat ini masih hiterogen, agar lebih arif, bijaksana dan mawas diri untuk mendewasakan proses demokrasi yang terlaksana pada tahun ini.

Ia juga mengakui Partisipasi Pemilih atau antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 ini, cukup tinggi diikuti oleh lapisan masyarakat setanah air dan juga terhadap masyarakat Riau dibanding tahun lalu.

"Artinya proses demokrasi yang terjadi saat ini cukup reality dan benar-benar untuk rakyat Indonesia yang butuh perubahan secara signifikan demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, agar lebih baik lagi dibanding pada masa pemerintahan yang sebelumnya," papar senator yang berhasil meraup 197.562 suara pada Pemilu tahun 2014 lalu ini menjadi anggota DPD RI dapil Riau.

Meski begitu, Rosti Uli Purba juga menilai pelaksanaan Pemilu 2019 di Provinsi Riau benar-benar berjalan dengan baik, lancar dan kondusif hingga saat ini. Menurutnya, hal itu dilakukan tidak terlepas atas peran komponen masyarakat serta sinergitas TNI-POLRI untuk memberikan rasa aman, damai dan sejuk pada penyelenggaran Pemilu tahun 2019 ini di Riau.

Tidak lupa, Wanita kelahiran Pematang Siantar pada tahun 1953 silam ini, mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada warga masyarakat Riau yang sudah memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019 ini, khususnya kepada pemilih yang sudah memberikan hak suaranya kepada dirinya yang kembali maju sebagai incumben pada Pemilihan Calon Angota DPD RI Dapil Riau tahun 2019 ini.

"Secara Pribadi dan Keluarga, saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat riau yang sudah memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019 tahun ini. Begitu juga kepada para pemilih yang sudah ikut berjuang dan memilih saya sebagai calon anggota DPD RI Dapil Riau yang kembali maju pada tahun 2019 ini, diberikan kesehatan dan berkat yang melimpah dari tuhan YME," tutur Rosti sembari mengucap syukur bahwa saat ini suara yang terkumpul sementara dari data tim suksesnya sudah mencapai diatas seratus ribu suara yang diraihnya.

Ibu Rosti pun tidak mau gegabah atau mengeuforiakan hasil repitulasi suara yang didapatkan timsesnya tersebut kepada publik saat ini, sebab proses penghitungan perolehan suara belum tuntas dilakukan oleh KPU Daerah, Provinsi dan Pusat. Sehingga dirinya masih menunggu hasil yang konkret melalui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perolehan Surat Suara untuk DPD RI yang dilakukan oleh KPU.

"Kalau soal itu, kita calling down dululah, sebab itu baru sebatas hasil data sementara dari saksi-saksi kita di tiap TPS yang ada saat ini. Finalnya, kita tunggu saja pada tanggal 22 Mei 2019 nanti, setelah rapat final KPU digelar," pungkas Rosti sembari menyindir euforia klaim kandidat calon anggota DPD-RI yang maju bertarung pada Pemilu 2019 ini.

Ditanya, seberapa besar keyakinan ibu Rosti Uli Purba bisa lolos kembali ke Senayan sebagai anggota DPD dapil Riau? Ibu Rosti sapaan akrabnya ini pun tidak mau gegabah menjawab pertanyaan awak media saat itu.

Ia hanya bisa mengatakan dari hasil kunjungannya ke sejumlah pelosok daerah, yakni mulai perkampungan atau dusun terpencil di sejumlah desa atau kelurahan yang ada di kabupaten kota Riau, baik selama kampanye ataupun kunjungan kerja yang dilakukan selama ini. Antusiasme kelangan masyarakat Riau untuk bertemu dan bertatap muka guna menjalin tali silaturahmi dengan para tokoh adat, ulama, etnis dan masyarakat masih terjaga dan harmonis selama ini.

"Sehingga saya yakin dan tetap optimis bahwa mereka akan mengingat dan memilih saya untuk memperjuangkan harapan mereka melalui program-program pembangunan dan kesejahteraan yang sudah kita lakukan dan kita akan tingkatkan nantinya. Ini yang menjadi optimisme saya untuk duduk kembali ke Senayan," ulas Rosti Uli Purba yang cinta akan kedamaian dan kasih terhadap Bhineka Tunggal Ika ini bersemangat.

Disinggung, soal adanya dua kontestan dari tiga calon anggota DPD RI yang kebetulan sama-sama dari kalangan etnis suku Batak Riau, ikut bertarung pada Pemilu 2019 ini. Apakah hal itu, tidak mempengaruhi suaranya dalam pemilihan tahun 2019 ini?

Rosti pun dengan rilek menjawab bahwa keberadaan dua kontestan tersebut, dirinya tidak merasa goyah atau gamang untuk merebut suara yang akan diraihnya selama ini. Karena, partisipasi pemilih yang direbutnya murni dari masyarkat riau yang hiterogen.

Artinya kata Rosti, para pemilih yang sudah dilakukan pendekatan selama ini, bukan saja dari kalangan etnis suku batak. Akan tetapi suara yang diraihnya merangkul dari berbagai suku, agama dan etnis yang ada di Riau saat ini, sehingga dirinya tidak merasa mengkhawatirkan dengan keberadaan calon tersebut.

"Kalau soal itu (kandidat dari suku batak_red), kita tidak terlalu mengkhawatirkannya. Sebab kita sudah melakukan kunjungan kerja atau menyambangi dari desa kedesa, kampung ke kampung yang ada di kabupaten kota di Riau ini. Jadi kantong suara kita tidak hanya dari kalangan satu atau dua etnis saja, melainkan dari segala suku, tokoh adat, masyarakat, agama dan etnis lainnya," papar Rosti dengan penuh optimisme.

Terakhir lanjut Rosti, dirinya merasa bersyukur bahwa hingga saat ini masih ada kalangan dari etnis suku Batak yang ikut bertarung untuk merebut hati rakyat menjadi calon anggota DPD RI pada Pemilu 2019 ini.

"Ini adalah kemajuan yang baik dan patut untuk didukung, sebab hal tersebut bisa menjadi modal awal kita untuk membangun daerah kita tercinta ini bersama-sama kedepannya," pungkas Rosti Uli Purba yang gemar melakukan aksi kegiatan sosial untuk masyarakat kecil dan anggota masyarakat lainnya yang membutuhkan uluran tangannya secara ikhlas dan tanpa pamrih.***

 

Penulis  : Ndanres   / Editor : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.