Home / Serba Serbi / BPBD Riau Imbau Pemilik Gedung Bertingkat Lakukan Simulasi Bencana

BPBD Riau Imbau Pemilik Gedung Bertingkat Lakukan Simulasi Bencana

BPBD Riau Imbau Pemilik Gedung Bertingkat Lakukan Simulasi Bencana
Humas Pemprov Riau For Oketimes.com
Kepala Pelaksana BPBD Riau, Edwar Sanger, saat menghadiri acara simulasi bencana di RSUD Petala Bumi, Jumat 26 April 2019.

Pekanbaru, Oketimes.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mengimbau kepada masyarakat atau pemilik gedung kantor bertingkat untuk menggelar simulasi bencana sebagai standar operasional gedung.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala pelaksana BPBD Provinsi Riau Edwar Sanger, dalam acara simulasi bencana yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Petala Bumi, Jalan Soetomo Pekanbaru, Jumat, 26 April 2019.

Edwar Sanger menjelaskan bahwa pelaksanaan simulasi ini sangat penting demi keselamatan pegawai yang ada di dalam gedung jika terjadi bencana seperti kebakaran, gempa dan lain sebagainya.

"Simulasi ini sangat penting jika terjadi bencana kebakaran atau gempa sehingga pegawai yang ada di dalam gedung mengetahui apa yang akan dilakukan," jelasnya.

Edwar juga menambahkan bahwa saat ini sudah banyak kantor-kantor yang melakukan simulasi seperti hal serupa. Ia menuturkan bahwa pihaknya siap membantu dan melaksanakan simulasi tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Riau ini juga berharap inisiatif dari masyarakat itu mulai tumbuh untuk melakukan simulasi penanganan bencana, sehingga gedung dan kantor layak untuk beroperasi dan mudah melakukan evakuasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Semoga inisiatif simulasi itu muncul dari masyarakat. Kami siap untuk diundang, sehingga semakin banyak gedung dan kantor di Pekanbaru memiliki standar gedung yang layak dan mudah evakuasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan," tutup Edwar Sanger.***

 

Sumber  : Mcr

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.