Home / Pemerintahan / Ratusan Personel TNI-Polri Turun Atasi Kerusuhan Massa

Simulasi PAM Pemilu 2019

Ratusan Personel TNI-Polri Turun Atasi Kerusuhan Massa

Ratusan Personel TNI-Polri Turun Atasi Kerusuhan Massa
Humas Pemprov Riau For Oketimes.com
Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi didampingi Kapolda Riau, Danrem 031 WB, Ketua DPRD Riau saat menyapa peserta Apel Gelar Pasukan Secara Serentak dalam rangka Kesiapan Pengamanan Kampanye Terbuka & Pengamanan Jelang Pemungutan Suara Pemilu 2019 sekaligus Simulasi Pengendalian Pengamanan massa gabungan TNI-POLRi di Halaman Kantor Gubernur Riau, Jumat 22 Maret 2019.

Pekanbaru, Oketimes.com - Usai menggelar apel pasukan serentak dalam rangka kesiapan pengamanan kampanye terbuka dan pengamanan jelang pemungutan suara Pemilu 2019, personel TNI-POLRI melaksanakan simulasi pengendalian pengamanan massa bertikai karena tak puas atas hasil Pemilu, Jumat (22/3/19) pagi.

Simulasi itu dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Riau dan disaksikan Gubernur Riau H Syamsuar, Kapolda Riau Irjen Pol Eko Widodo Prihastopo, Danrem 031/WB Muhammad Fadjar, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma Ronny Irianto Moningka, Kasatpol PP Riau Zainal, SH.

Ada pun dari simulasi itu digambarkan bagaimana ratusan massa dari kubu bertikai pada kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, berlangsung ricuh. Tidak hanya dari massa dari Kota Pekanbaru, tetapi dari luar ibu kota provinsi juga berdatangan.

Suasana tak terkendali, mulai keributan dan pembakaran karena tak puas atas hasil Pemilu yang dianggap curang. Pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) dari Sabhara kepolisian resort Kota Pekanbaru pun harus ekstra keras mengendalikan suasana yang sudah panas.

Karena massa terus berdatangan, kericuhan pun semakin tak teredam. Pasukan anti huru hara pun didatangan untuk mengamankan suasana. Water cannon (penyemprot air) untuk membubarkan massa juga disiapkan.

Namun bukannya massa takut, sebaliknya melalui oratornya tetap meminta bertahan serta melawan aparat. Kericuhan pun tak terhindarkan. Peringatan beberapa kali harus dikeluarkan hingga tembakan melumpuhkan pun dilakukan.

Kericuhan terus terjadi, hingga kembali diterjunkan personil gabungan dari Brimob Polda Riau bersama TNI. Personil yang dilengkapi senjata ini pun lalu melaksanakan kewajibannya menghalau massa. Sempat ada perlawanan, namun akhirnya bisa diatasi.

Beberapa orang dari pihak massa dinyatakan menjadi korban. Kemudian tim ambulance diturunkan untuk membawa korban ke rumah sakit. Beberapa saat setelah massa berhasil diredam, tim negoisasi kemudian kembali bertemu dengan pemimpin kelompok massa. Lalu kemudian disepakati untuk meninggalkan lokasi.***


Sumber : MCR / Editor : Cardoffa

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.