Home / Pendidikan / Legislator Riau Pertanyakan Keberadaan Komite Sekolah

Legislator Riau Pertanyakan Keberadaan Komite Sekolah

Legislator Riau Pertanyakan Keberadaan Komite Sekolah
Ist
ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Banyaknya aduan masyarakat atau wali murid terkait keberadaan komite di sekolah-sekolah, mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Riau yang membidangi masalah pendidikan saat ini.

Ketua Komisi V DPRD Riau, Aherson sangat menyayangkan adanya kesan keberadaan komite yang seolah-olah menjadi 'beban' bagi kalangan wali murid yang kurang 'membantu' walimurid sebagai wakil wali murid di sekolah.

"Kita berharap komite yang sudah dibentuk oleh wali murid, merupakan perwakilan wali murid, bukan wakil dari sekolah. Jadi kebijakan yang diambil harus berpihak pada wali murid, bukan sekolah. Apalagi kalau sampai memberatkan wali murid. Inikan sudah tidak benar," ujar pada awak media Selasa 19 Maret 2019 di DPRD Pekanbaru.

Politisi Demokrat ini juga menyebutkan komite harus mengerti apa yang bisa dipungut dan apa yang tidak. Menurutnya, kejadian yang terjadi selama ini diduga akibat ketidaktahuan dari pihak komite, sehingga antara pungutan dan sumbangan tidak ada bedanya.

Bahkan besarannya juga memberatkan wali murid, bukannya malah mencari jalan keluar terhadap permasalahan dan malah menambah beban masyarakat atau wali murid.

"Inilah yang kita luruskan sekarang dan kita telah mengundang Kepala Sekolah tingkat SMA/SMK yang ada di Provinsi Riau untuk menjelaskan masalah ini," ujar Aherson.

Dijelaskan Aherson, dengan diadakankannya pertemuan kepala sekolah tersebut, kedepan kebijakan komite yang dikeluarkan tidak memberatkan wali murid, tapi bisa memudahkan anak didiknya dalam proses belajar-mengajar.

"Sumbangan yang dikutip, tidak boleh ditentukan besarnya, tapi diserahkan semampu wali murid," pungkas legislator Dapil Inhu-Kuansing ini mengingatkan.***


Sumber  : MCR / Editor : Cardoffa

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.