Home / Pemerintahan / Evandes Prihatin Dana Sumbangan Sukarela Disebut Pungli

Evandes Prihatin Dana Sumbangan Sukarela Disebut Pungli

Evandes Prihatin Dana Sumbangan Sukarela Disebut Pungli
Ist
Kepala Inspektorat Riau Evandes Fajri, AK, CA.

Pekanbaru, Oketimes.com - Dugaan adanya praktek pungli yang menyudutkan Lembaga Pengawasan Internal Daerah Provinsi Riau atau yang biasa disebut Inspektorat Provinsi Riau, ternyata hanyalah bualan semata yang sengaja dihembuskan oleh oknum-oknum yang kurang bertanggungjawab atas eksistensi kelembagaan tersebut semasa pujuk pimpinan dijabat oleh Evandes Fajri selama ini.

"Saya ditempatkan pimpinan di lembaga ini bukan untuk semata memegang jabatan atau mengharapkan jabatan tertinggi di pemprov Riau. Akan tetapi saya bekerja sesuai dengan basic dan kemampuan saya dalam menata serta mengawasi kelembagaan Intern Pemerintah Daerah ini untuk lebih baik, dengan penuh rasa tanggungjawab dan kekeluargaan antar sesama ASN dan para pegawai honor yang ada di kantor ini," kata Kepala Inspektorat Riau Evandes Fajri, AK, CA pada oketimes.com saat disambangi di kantornya Kamis (14/2/19) siang.

Menanggapi adanya tudingan yang menyebutkan dirinya melakukan praktek pungli, menyusul adanya laporan masyarakat yang masuk ke Lembaga Aparat Hukum (APH) dan sempat menjadi viral ditengah-tengah masyarakat, Evandes Fajri pun tak habis pikir dan merasa terpukul dengan tudingan tersebut.

Menurutnya, tudingan tersebut sama sekali tidak mendasar dan terlalu memperkeruh suasana harmonisasi yang selama ini sudah dibangun bersama, baik antar ASN dan Pegawai honor lainnya yang ada di instansi tersebut selama ini.

"Kita disini bekerja selalu mengutamakan rasa kebersamaan dan membangun komunikasi yang baik antar sesama pegawai, baik sesama ASN dan Pegawai honor yang ada disini selama ini. Sebab kalau kita bekerja tanpa memilihara rasa kebersamaan tersebut, bagaimana kita bisa bekerja dengan baik untuk melayani masyarakat," tukas Evandes lirih.

Evandes pun tidak menampik, jika dugaan pungutan yang dituduhkan oleh oknum ASN, merasa keberatan memberikan atas sumbangan secara suka rela kepada para pegawai honor yang kebetulan saat itu honorium pegawai honor belum cair dan tidak mendapatkan THR pada saat memasuki hari Raya Idul Fitri tahun 2018 lalu, menurutnya tidak ada paksaan harus memberikan sumbangan tersebut.

"Sebab sumbangan itu sifatnya tidak memaksa, melainkan hanya suka rela saja. Bagi siapa saja ASN yang keberatan soal adanya sumbangan secara sukarela itu, para ASN tersebut dipersilahkan untuk mengambil kembali uang sumbangan yang diberikan secara suka rela tersebut ke bendahara pencairan tunjungan ASN," terang Evandes.

Mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir ini juga tidak menyangka bahwa kebijakan yang dilakukan saat itu, menjadi bahan gunjingan oknum pegawai yang ada dilembaga itu dan berdampak negatif kepada lembaga yang ia pimpin.

"Terlepas soal itu, saya sangat prihatin, jika ada oknum pegawai yang saya pimpin saat ini tidak suka dengan gaya kepemimpinan dan kurang bersahaja dengan para pegawai lainnya disini, itu tergantung pribadi oknum pegawai tersebut saja. Tapi yang terpenting, saya sudah menjaga integritas lembaga ini dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab dan kebersamaan dengan pegawai lainnya.   

Meski demikian, Evandes tetap berjiwa besar menangkal adanya tudingan negatif tersebut, dan tetap menanam kebaikan kepada para pegawai ASN dan honor yang sudah bekerja dengan baik selama ini dalam menjaga integiritas lembaga tersebut di hadapan publik.

"Yang terpenting, saya tetap berbuat baik dan ikhlas dalam menjalankan lembaga pemerintah ini kepada masyarakat dan negeri ini," pungkas mantan pegawai BPKP ini dengan meyakinkan.***

 

Penulis   : Ndanres   /   Editor    : Cardoffa                 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.