Home / Hukrim / Lembaga IPSPK3-RI Minta Aparat Hukum Usut 'Misteri' Rumah Pompa SPAM Durolis Ambruk

Lembaga IPSPK3-RI Minta Aparat Hukum Usut 'Misteri' Rumah Pompa SPAM Durolis Ambruk

Lembaga IPSPK3-RI Minta Aparat Hukum Usut 'Misteri' Rumah Pompa SPAM Durolis Ambruk
istimewa
Kondisi rumah pompa (intake) Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) air bersih di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rohil, Riau pasca ambruk pada Jumat 4 Januari 2019.

Pekanbaru, Oketimes.com - Ambruknya rumah pompa (intake) Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) air bersih di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rohil, Riau pada Jumat 4 Januari 2019 lalu, kini masih menyisahkan misteri terhadap penyelenggara kegiatan tersebut hingga kini.

Pasalnya, semenjak peristiwa tersebut terjadi, hingga kini pihak penyelenggara kegiatan seperti dari Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hilir, PUPR Provinsi Riau dan Balai Wilayah Sungai Sumatera Tiga (BWSS-III) Riau serta dari PT Monhas Andesrabat selaku kontraktor pelaksana proyek tersebut, masih terkesan bungkam untuk memberikan penjelasan kepada publik terkait rubuhnya rumah pompa central pendistribusian SPAM.

Ketua Umum Lembaga Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi, Kolusi dan Kriminal Ekonomi (IPSP-K3) RI, Ir Ganda Mora, MSi angkat bicara atas rubuhnya rumah pompa (intake) Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) air bersih di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rohil, Riau pada Jumat 4 Januari 2019 lalu.

"Rubuhnya kontruksi rumah pompa Intake SPAM tersebut, diduga kuat tidak lepas gagalnya kontruksi bangunan lantaran kurangnya perencanaan yang matang yang dilakukan penyelenggara dalam hal ini satker terkait," kata Ganda Mora pada oketimes.com di Pekanbaru Selasa 8 Januari 2019 sore.

Mengapa gagal kontruksi lanjut Ganda Mora, berdasarkan UU No.18/1999 tentang Jasa Konstruksi dalam Pasal 1 disebutkan "Kegagalan bangunan adalah keadaan bangunan, yang setelah diserah terimakan oleh penyedia jasa kepada pengguna jasa, menjadi tidak berfungsi baik dan sebagian atau secara keseluruhan dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja konstruksi atau pemanfaatannya yang menyimpang sebagai akibat kesalahan penyedia jasa dan/atau pengguna jasa.

Selain itu sebut Ganda Mora, kegagalan bangunan dan kegagalan konstruksi dapat juga disebabkan oleh faktor teknis mau pun faktor non teknis. Faktor teknis terjadi karena, adanya penyimpangan proses pelaksanaan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis yang disepakati dalam kontrak.

Sedangkan faktor non teknis lebih disebabkan karena proses pra kontrak (Bidding) maupun tidak kompetenya Badan Usaha, tenaga kerja, tidak profesionalnya tata kelola manajerial antara pihak-pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi serta lemahnya pengawasan/supervisi.

Lebih jauh Ganda Mora juga menyebutkan faktor-faktor penyebab kegagalan konstruksi sangat beraneka ragam, baik yang berasal dari luar (eksternal) maupun yang berasal dari dalam (internal). Dia mencontohkan ada beberapa faktor yang secara garis besar berpengaruh dan menjadi parameter terhadap kegagalan konstruksi antara lain, Kesalahan Dalam Perencanaan dan Kesalahan Dalam Pelaksanaan.

Untuk kesalahan perencanaan terang Ganda Mora, diduga merupakan faktor yang sangat penting dan vital dimana sangat berpengaruh terhadap desain dari perencaan yang akan dilaksanakan dilapangan, jika dalam aspek perencanaan pihak konsultan salah memperhitungkan atau menganalisis maka konsekuensi dan dampak yang dapat ditimbulkan ke depan akan sangat signifikan berpengaruh terhadap kegagalan fisik bangunan.

Apalagi, perencanaan dalam hal ini dapat berupa perencanaan desain fisik/ukuran, perencanaan anggaran, perencanaan mutu, perencanaan waktu pelaksanaan, perencanaan kelayakan, perencanaan manfaat/benefit, perencanaan fungsi dan perencanaan yang mendukung terhadap produk kontruksi yang akan dihasilkan.

Sedangkan untuk kesalahan dalam pelaksanaan, diduga merupakan tindak lanjut dari proses perencanaan kontruksi, dimana dalam tahap pelaksanaan juga memegang peranan penting terhadap kegagalan kontruksi yang tentunya lebih berorientasi kepada pihak pelaksana proyek/kontraktor.

Dalam tahap pelaksanaan faktor-faktor itu, antara lain dapat dari segi metode pelaksanaan yang salah, kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak dan perencanaan, penggunaan tenaga kerja yang tidak ahli/berpengalaman, penggunaan peralatan yang tidak efektif, kurangnya pengawasan dan manajemen proyek yang buruk. Tentunya jika aspek tersebut dapat lebih diperhatikan maka tingkat risiko kegagalan konstruksi dari aspek pelaksanaan dapat direduksi.

Terkait hal itu, Ganda Mora meminta kepada aparat hukum seperti dari pihak Kejaksaan, Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, untuk turun ke lokasi, guna melakukan pengusutan terhadap runtuhnya bangunan intake ini diduga adanya kegagalan kontruksi. "Guna membantu aparat hukum, kita saat ini sedang mengumpulkan bahan laporan untuk kita laporkan kepada aparat hukum, termasuk ke KPK," pungkas Ganda Mora.

Sebagaimana diketahui proyek SPAM Regional Durolis tersebut merupakan proyek strategis untuk melayani kebutuhan air minum di 3 Kabupaten di Provinsi Riau, yaitu Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis di Riau.

Dimana Air baku yang akan diolah berasal dari air permukaan yaitu sungai Rokan. Bangunan sadap atau intake untuk mengambil air baku ini terletak di Kecamatan Tanah Putih Tanjung melawan kelurahan Melayu Besar dan Bangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) nyapun terletak disatu kawasan tersebut dengan luas lahan kurang lebih 3,5 Ha.

Mega proyek air minum di Provinsi Riau ini dimulai pekerjaan fisiknya pada tahun 2017 lalu, dengan anggaran sharing bugedting antara APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota. Proyek SPAM dengan nama Durolis yang diresmikan oleh mantan Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman pada tahun 2017 lalu menelan biaya Rp 623 milliar.

Diperkirakan proyek SPAM itu,sudah bisa difungsikan pada tahun 2019 ini, namun belum sempat difungsikan, proyek yang mengunakan duit rakyat tersebut sudah roboh, sehingga harapan masyarakat untuk dapat menikmati manfaatnya diawal tahun 2019 menjadi pupus.

Apalagi anggaran APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Rokan Hilir, telah digelontorkan ratusan miliar untuk menyelesaikan jaringan perpipaannya dan sambungan ke setiap rumah. Namun apalah daya, dengan kejadian runtuhnya bagunan intake ini, akan menjadi kendala terhadap beroperasinya SPAM Regional Durolis di Kabupaten Rokan Hilir.

Sedangkan dana untuk pembangunan Intake atau rumah pompa dan jaringan central pendistribusian air baku SPAM itu yang dikerjakan PT Monhas Andesrabat pada tahun 2018 lewat APBN 2018 senilai Rp 26 miliar melalui Satker SNVT Pelaksanaan Pemanfaatan Air Wilayah Sungai Indragiri - Akuaman, Kampar - Rokan - Siak Provinsi Riau sekaligus dengan pengadaan atau pemasangan Perpipaan, Mekanikal Elektrikal dan Landscape IPA Kap. 400 Lt/Det SPAM Regional Durolis senilai Rp 18, 4 miliar.***


Penulis   : Ndanres

Editor    : Cardoffa  

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.