Uang Lesap, Kerja Tidak Ada
16 Warga Pekanbaru Jadi Korban Penipuan Modus Masuk Kerja ke Malaysia
ILustrasi
Pekanbaru, Oketimes.com - Dijanjikan berangkat ke Malaysia untuk bekerja, sebanyak 16 orang warga kota Pekanbaru, terbuai bujuk rayuan pelaku penipuan modus bisa menjanjikan masuk kerja ke negara tetangga Malaysia.
Pelaku diketahui berinisial SP alias Sugeng (45) tahun. Ia dilaporkan oleh rekannya sendiri, lantaran menjadi korban penipuan yang juga bertugas sebagai marketing untuk merekrut para calon pekerja lainnya.
Atas kejadian itu, korban bersama empat calon pekerja lainnnya, mengalami kerugian sebesar Rp5 juta dan melaporkan kejadian terseut ke Polresta pada Jumat 20 Juli 2018 sekira pukul 14.15 Wib. Sesuai Laporan Polisi Nomor : LP / 652 / VII / 2018 / Polresta Pekanbaru.
Informasi yang dirangkum dari Polresta Pekanbaru, sebelum rekannya tersebut dilaporkan ke Polresta, pelaku Sugeng menjanjikan kepada korban untuk ikut bekerja di salah satu perusahaan di Malaysia, dengan syarat korban harus bersedia menyiapkan satu juta untuk ongkos keberangkatan.
Selain itu, korban juga diberikan kewenangan untuk merekrut calon pekerja lainnya, dengan syarat masing-masing calonnya itu harus menyediakan satu per orang.
Alhasil, korban pun berhasil merekrut sebanyak 16 orang untuk ikut bergabung dan berhasil mengumpulkan Rp 16 juta untuk diberikan kepada pelaku Sugeng.
Tepat pada Sabtu 30 Juni 2018 sekira pukul 15.30 Wib lalu, pelaku menyuruh korban untuk segera mentransfer duit sebesar Rp 5 juta kepada pelaku lewat rekening rekening a.n. Siti lewat Bank BRI, dengan alasan agar bisa untuk mengurus medical chek up untuk keberangkatan.
Merasa mendapat perintah pelaku, korban pun dengan segera mentranfer uang sebesar Rp5 juta tersebut, ke rekening yang dimaksud tersebut lewat Gerai ATM Mandiri Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru.
Usai mentranfer uang tersebut sejak tanggal 30 Juni, hari demi hari bangkan berminggu hingga kini korban bersama 15 lainnnya tak kunjung berangkat ke Malaysia untuk bekerja. Sementara uang sebesar Rp16 juta lesap dibawa korban dan hilang kontak.
Akan akibat kejadian tersebut, korban megalami kerugian mencapai Rp 5 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pekanbaru, guna dilakukan pengusutan lebih lanjut.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH melalui Paur Humas Ipda Budhia Dianda saat dikonfirmasikan Jumat 20 Juli 2018 sore, membenarkan adanya laporan korban penipuan tersebut yang saat ini tengah dilakukan petugas.
"Ya laporannya sudah kita terima tadi siang, dan saat sedang ditangani oleh petugas kita," pungkas Budhia singkat. (ars)

Komentar Via Facebook :