Terkait Pemecatan Sepihak Karyawan Vanhollano
Sharing Soal Pemecatan Sepihak, Pegawai Disnaker Pekanbaru Arogan
Kantor Disnaker Kota Pekanbaru.
Pekanbaru, Oketimes.com - Tidak terima diingatkan atas sikapnya yang kurang beretika seorang PNS Disnaker Pekanbaru bernama Ampe Rahman Purba meminta Walikota Pekanbaru DR Firdaus ST, MT untuk mencopot jabatannya.
"Bila perlu bilang sama Walikota, agar mencopot jabatan saya dari sini," ujar Purba dengan nada tinggi saat dicoba dikonfirmasi terkait penanganan laporan kasus PHK sepihak yang dilakukan Vanhollano terhadap karyawannya, Selasa (13/06/17).
Sikap tak beretika yang ditunjukkan Ampe Rahman Purba ini, berawal saat wartawan mencoba mengkonfirmasi laporan Petrus Agape Lase (23) ke Disnaker Pekanbaru pada 9 Mei 2017 lalu.
Korban PHK sepihak oleh Vanhollano Pekanbaru itu, mengaku bahwa yang menangani kasusnya itu adalah Ampe Rahman Purba. Petrus mengatakan sikap Purba terkesan memihak pengusaha kala mediasi di Disnaker Pekanbaru.
Atas informasi itu kemudian wartawan mencoba mencari tahu pejabat Disnaker Pekanbaru tersebut untuk dimintai konfirmasi. Pasalnya selain karena dinilai kasar oleh kuasa korban PHK, Herman Zai juga karena penanganan kasus tersebut oleh Ampe Rahman Purba tidak sesuai prosedur sebagaimana UU Tenaga Kerja Nomor 13 tahun 2003.
Dimana menurut Herman Zai yang juga Ketua Serikat Buruh Riau Mandiri (SBRM) bahwa dalam menangani suatu kasus sengketa kerja biasanya diawali perundingan antar pekerja dengan pengusaha (Bipartit). Namun oleh Ampe Rahman Purba justru langsung ke tahap mediasi.
Nah ketika tahapan ini dikonfirmasi, Ampe Rahman Purba mengatakan bahwa Bipartit sudah dilakukan. Emosinya mulai terlihat ketika didesak apa hasil Bipartit yang telah dilakukan dan alasan dia mengusir kuasa korban PHK.
Dengan nada tinggi Ampe Rahman Purba menolak dikonfirmasi sebelum ada izin dari Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru Jhonny Sarikoen.
“Aku tak mau dikonfirmasi soal itu sebelum izin Kadis. Bila perlu bilang sama Walikota agar mencopot jabatan saya dari sini, "tulis begituâ€," ucap Ampe Rahman Purba seolah menantang wartawan dengan disaksikan oleh salah seorang PNS wanita staf Disnaker Pekanbaru.
Ia pun kian emosi ketika diingatkan agar nada bicaranya lebih bagus karena sebagai seorang PNS semestinya memiliki etika dan tata bahasa yang baik dalam melayani masyarakat.
Sementara Kadisnaker Pekanbaru Jhonny Sarikoen yang dicoba dikonfirmasi masalah itu melalui pesan singkat maupun saat dihubungi secara langsung via selularnya, hingga berita ini ditulis tak kunjung merespon. (fin)

Komentar Via Facebook :