Hari Pertama Pasca Kerusuhan
Ratusan Keluarga Napi Datangi Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk
Selain menjenguk para keluarga narapidana juga ingin memastikan siapa-siapa saja tahanan yang dipindah ke lapas lain pasca kaburnya sebanyak 448 napi di Rutan Sialang Bungkuk tersebut pada Jumat (5/5/2017) siang.
Pekanbaru, oketimes.com - Hari pertama kunjungan pasca kerusuhan, ratusan keluarga narapidana, Senin (8/5/2017) pagi, membanjiri Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru.
Selain datang membesuk, para keluarga narapidana ini juga ingin memastikan siapa-siapa saja tahanan yang dipindah ke lapas lain setelah kaburnya sebanyak 448 napi di Rutan Sialang Bungkuk tersebut pada Jumat (5/5/2017) siang.
"Kondisi rutan saat ini telah kondusif. Keluarga yang datang membesuk juga akan diberikan waktu secara bertahap untuk bisa bertemu dengan napi yang ada di rutan," kata PLH Kepala Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Azhar pada awak media.
Dijelaskan Azhar, sekarang ini merupakan hari besuk, kondisi rutan juga telah baik dan sangat kondusif. "Keluarga yang membesuk sudah bisa masuk dan semua mengikuti aturan yang berlaku," ujarnya.
Menurutnya, hari pertama tugasnya sebagai PLH Kepala Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, beberapa persoalan yang akan dibenahi adalah pelayanan rutan dan perbaikan pada fasilitas di dalam rutan, seperti penambahan sumur bor baru untuk fasilitas air bersih.
"Waktu kunjungan keluarga kita diperbaiki dan semuanya berjalan sangat baik dan oke. Makanan untuk tahanan telah siap. Saya optimis rutan sudah lebih baik," jelas Azhar.
Ditanyakan jumlah tahanan, Azhar menjawab jika tahanan di Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk jumlahnya terus fluktuatif. "Artinya sesuai dengan tahanan yang sudah ditangkap dan diserahkan keluarganya, maka datanya terus berobah," kata Azhar.
Sejauh ini telah sebanyak 351 narapidana yang dipindahkan ke Lapas Kelas II A Pekanbaru dan Lapas di daerah-daerah menyesuaikan dengan permintaan mereka.
"Tehnisnya kita tanya mau dipindahkan ke mana. Lokasi yang dekat dengan kampungnya atau keluarganya. Jadi mereka ikut dengan sukarela dan dalam kondisi senang tanpa adanya paksaan," terang Azhar.
Hingga berita ini diturunkan, pantauan di lokasi Rutan, keluarga yang datang menjengkuk tampak begitu antusias. Meski harus bersabar untuk menunggu begiliran agar bisa masuk, tidak mengurangi semangat mereka untuk bisa bertemu dengan keluarga yang ditahan di dalam rutan. (dam)

Komentar Via Facebook :