Diduga

Pelayanan Minim, Overkapasitas Picu 200 Tahanan Kabur

Foto Inset: Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan Kondisi ketegangan Napi, pasca kaburnya 200 para tahanan dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Jumat (5/5/107) siang.

Pekanbaru, oketimes.com - Sekitar 200 narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk Pekanbaru Kelas II kabur sebelum salat Jumat (5/5/2017) sekitar pukul 11.30 Wib kabur melalui pintu samping kanan Blok B dengan mendobrak bersama-sama.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo saat dihubungi lewat ponselnya, Jumat (5/5/2017) pukul 17:40 WIB menyebutkan narapidana kabur sekitar 200 orang dan saat ini petugas gabungan tengah berhasil ditangkap 163 orang napi yang kabur.

"Benar, sekitar 163 narapidana yang baru berhasil diamankan kembali. Usai petugas melakukan penangkapan kembali yang dibantu masyarakat setempat," kata Guntur.

Disebutkanya sekitar ratusan petugas gabungan Polri dan TNI yang berjibaku melakukan pengejaran terhadap narapidana. Sementara tahanan yang berhasil kabur dari sel Rutan rata-rata yang terlibat kasus narkoba dan tindak pidana umum. Informasi yang didapat, lanjut Guntur, narapidana kabur telah menyebar ke perumahan warga setempat.

"Rata-rata napi yang kabur terlibat kasus narkoba dan tindak pidana umum. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kaburnya tahanan tersebut. Diduga mereka kabur sudah menyebar ke pemukiman warga," terang Guntur.

Informasi yang dihimpun, penyebab terjadinya insiden ini bermula dari pelayanan yang kurang baik. Sehingga membuat narapindana jenuh  dan mencoba melarikan diri.

"Diduga terjadinya hanya karena pelayanan yang diterima narapidana kurang baik, sehingga membuat napi nekat melakukan aksi percobaan malarikan diri," sebut Guntur.

Hal senada juga dibenarkan Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara pada sejumlah awak media, dimana dari hasil kerja keras aparat gabungan yang terdiri dari aparat Kepolisian mulai dari Polsek, Polresta dan Brimob Polda Riau, TNI dan masyarakat turun tangan mengamankan 163 napi yang kabur dari tahanan Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Dijelaskan Kapolda Riau, dalam melakukan pengejaran dan pengamanan sebanyak 450 personel polisi diturunkan. Kapolda juga mengaku meminta bantuan TNI untuk menenangkan nara pidana yang ada didalam Rutan. Lantaran berdasarkan data dari pihak Rutan menurut Kapolda, Rutan itu diisi 1.864 tahanan, sementara kapasitas hanya untuk 367 orang.

"Jadi untuk menenangkan napi yang masih ada di dalam, kita minta bantuan TNI, karena ketika polisi masuk, para napi berteriak - teriak. Ini kita maklum karena, umumnya tahanan yang ada di dalam Rutan itu hasil tangkapan polisi dari berbagai tindak pidana seperti narkoba dan kejahatan lainnya. Jadi untuk didalam kita minta bantuan TNI, sementara di luar dijaga oleh polisi," ujar Kapolda. (ars)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait