Oknum Lurah di Pekanbaru Hujat Program Saber Pungli Jokowi
LH, oknum Lurah di Pekanbaru yang menghujat keberadaan tim saber pungli atas instruksi Presiden RI Joko Widodo.
Pekanbaru, oketimes.com - LH oknum Lurah Sungai Sibam di Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru disinyalir melakukan penghujatan terhadap presiden Republik Indonesia, Jokowi, dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang di gelar pada 1 Februari 2017 yang lalu.
Perbuatan tersebut diketahui berkat bukti rekaman percakapan lurah bersama perangkat RT dan RW yang disodorkan oleh Gerakan Masyarakat Peduli Pilwako Jujur (Gemppur), Senin 20/02/2017 kemarin, di 3 titik aksi, Kantor Walikota Pekanbaru, Kantor Panwaslu Pekanbaru dan Bawaslu Provinsi Riau.
Dari isi percakapan pidato LH di acara Musrenbang, dia melakukan kampanye secara terbuka mendukung dan mengkampanyekan pasangan nomor 3, Firdaus-Ayat, sebelum pilkada Pekanbaru 15 Februari 2017 lalu.
Dia bahkan menyebutkan, bila calon Walikota Pekanbaru, Firdaus, tidak terpilih di Pilkada Pekanbaru 2017, dia akan berhenti menjadi lurah dan berhenti menjadi pegawai negeri. Dia juga membujuk RT dan RW lewat program bagi-bagi uang sebesar Rp100 juta setiap RW melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB RW).
Tidak hanya itu, curhat dari Lurah ini juga menceritakan banyaknya persoalan yang timbul dan mirisnya sistem pemerintahan tempat asalnya, Bangkinang, Kabupaten Kampar. Dimana, anaknya yang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dinonjobkan dan terpaksa dipindahkan ke Pekanbaru dan mendapat jabatan oleh Walikota Pekanbaru periode 2011-2017, DR Firdaus ST MT.
LH juga menceritakan, dampak rasionalisasi pemangkasan APBD di seluruh daerah Indonesia, berimbas terhadap program bagi-bagi uang (PMB-RW) dan adanya gerakan Satuan Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Dan membuat dirinya menyalahkan dan menuduh presiden Jokowi merampok uang triliunan.
Terpisah oknum Lurah Sungai Sibam, Kecamatan Payung Sekaki, menanggapi soal isi rekaman yang menghujat presiden Republik Indonesia, Jokowi, saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar 1 Februari 2017 lalu.
"Ntah suara apa. Siapa pulak merekam. Apa pulak ngarahkan massa. Kapan pulak awak nyobuiknyo. Kini saya judulnya tenar," ucap LH saat dikonfirmasi awak media via phone seluler, Selasa (21/02/17).
Malahan, dia menyebut kalau dirinya bersyukur bisa terkenal, dimana sekarang gambarnya ada dimana-mana. Menurutnya, apapun yang terjadi di Pekanbaru harus berjalan dengan baik.
"Payah sekarang ini sejak ada saber pungli, susah, susah. Saat ini saya sudah tidak fokus jadi lurah lagi, saya banyak ke Bangkinang untuk berkebun," ungkapnya.
LH malah bercerita lewat curahan hatinya, kalau saat ini pertumbuhan ekonomi terhadap pegawai negeri memang sangat-sangat sudah diambang batas.
"Kini tekanan pegawai negeri di sebut Ampera (amanat penderita rakyat). Pegawai hanya makan nasi Rp7000 itulah yang dimakannya anak bini pegawai saat ini," katanya.
Ditanya soal adanya surat pemanggilan yang dikayangkan Panwaslu, soal rekaman yang telah dilaporkan dan beredar ke masyarakat, LH malah pura-pura bingung.
"Surat apa? tak ada di panggil, ajak lah makan bersama apa lak payahnya," pungkasnya.***

Komentar Via Facebook :