DPW-DPD Dilantik, Ahmad Krinein Nahkodai Pekat IB Riau

Penyerahan bendera pataka oleh Ketua umum Pekat pusat, H Markoni Koto SH kepada Ketua DPW Pekat IB Riau, Ahmad Krinein di Hotel Grand Central Pekanbaru, 4 Pebruari 2017.

Pekanbaru, oketimes.com - Guna memperkuat struktur kepengurusan serta pencapaian misi dan misi DPW PEKAT IB Riau, Dr Ahmad Krinein resmi dilantik sebagai Ketua PEKAT IB masa jabatan 2016-2021. Bersama Ir Robert Henriko sebagai Wakil Ketua dan Bendahara Remon Muslim.

"Sebagai pengurus DPW Riau terpilih maka menjadi sebuah kewajiban dan tanggung jawab bagi kita untuk lebih meningkatkan koordinasi, konsolidasi organisasi serta mempersatukan setiap elemen yang dimiliki PEKAT IB Riau," ujar Ahmad Krinein yang didampingi Robert Henriko sebagai Wakil Ketua dan Bendahara Remon Muslim saat konfrensi pers di Pekanbaru, Senin 06 Januari 2016.

Bukan hanya itu, pihaknya juga bertanggung jawab untuk menggalang dan merangkul unsur-unsur pimpinan mulai dari DPD setiap kabupaten kota dan melakukan pembinaan DPK dan ranting. Menurutnya ini dilakukan untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan dalam PEKAT IB Riau.

"Kita juga tak lupa untuk terus melaksanakan fungsi organisasi kita yakni sebagai kontrol sosial. Kita juga berupaya menjadi organisasi intelektual, cermat, santun, dan terus berkontribusi positif bagi pembangunan Riau," terangnya.

Sebelumnya PEKAB IB Riau, secara resmi menyusun struktur organisasi, pihaknya juga membuat agenda kerja seperti melantik dan mengujuhkan secara resmi pengurus DPW PEKAT IB pada 4 Februari 2017 di Hotel Arya Duta Pekanbaru.

Kemudian melaksanakan kegiatan pembekalan kader dan konsolidasi organisasi internal PEKAT IB se-Riau 4 Februari 2017 di Hotel Arya Duta. Menggelar seminar mengangkat issu kehutanan, alih fungsi lahan dan hutan, penyelundupan barang dan manusia dan persoalan narkoba. Selanjutbya melaksanakan kegiatan pesta rakyat dan yang terakhir kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Rencananya kita akan mengundang rombongan pusat yang juga mengundang Kapolri Tito Karnavian, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Menteri Kehutanan dan lingkungan hidup dan beberapa petinggi negara lain," paparnya.

Sementara untuk para peserta, pihaknya akan mengundang para pelaku usaha, perusahaan HTI, perusahaan perkebunan, aktifis lingkubgan hidup, LSM, serta pihak-pihak bersangkutan. "Kita juga akan menyatakan "perang" terhadap kejahatan hutan, alih fungsi lahan, penyelundupan serta peredaran narkoba," tegas Robert. (ars)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait