Home / Peristiwa / Gaji Tidak Dibayar, Ruko Dilempar Massa

Gaji Tidak Dibayar, Ruko Dilempar Massa

Gaji Tidak Dibayar, Ruko Dilempar Massa
PEKANBARU, oketimes.com- Sekelompok massa berjumlah belasan orang mengamuk di Jalan Pembangunan No 9E Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki, Kamis (03/7) sore, sekitar pukul 18.30 WIB. Massa beringas ini melakukan pelemparan kaca jendela ruko milik Nurhayati (40), seorang pengusaha.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Riaueditor, massa yang datang menggunakan tiga mobil ini awalnya hendak menjumpai Nurhayati, namun yang bersangkutan sedang keluar. Entah siapa yang memprofokasi, massa kemudian mengambil batu dan melemparkannya ke arah kaca nako ruko milik korban. Puas melakukan aksinya, massa kemudian pergi dan meninggalkan perwakilannya bernama Hendrik  Aritonang, untuk menemui korban.

"Kami dari Perawang dan datang kesini hanya mau menagih gaji kerja perbaikan kapal tonkang milik korban yang hingga saat ini belum dibayarkan. Selama ini kami hanya dijanji-janjikan saja, namun Ibu Nurhayati tak pernah menepatinya, makanya kami kesini," tandas Aritonang.

Aksi massa ini, terdokumentasi oleh Suryanti (37), tetangga korban yang menfotonya menggunakan handphone. Merasa tidak senang oleh ulah massa tersebut, Nurhayati lalu melaporkan kasus pengrusakan ruko miliknya ke Mapolrtesta Pekanbaru, dengan harapan para pelaku dapat ditindak.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar Satria SH SIK MH pada Riaueditor, Jum'at (04/7) siang, membenarkan peristiwa tersebut dan telah menerima laporannya.

"Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan terhadap perwakilan massa. Dugaan sementara, aksi itu karena ketidak puasan pekerja karena gajinya belum dibayarkan oleh korban," ujar Arief Fajar singkat.(dm)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.