Home / Peristiwa / Rekanan Kecewa, Speedboat Akhirnya `Berlabuh` di Kantor Bupati Bengkalis

Rekanan Kecewa, Speedboat Akhirnya `Berlabuh` di Kantor Bupati Bengkalis

Rekanan Kecewa, Speedboat Akhirnya `Berlabuh` di Kantor Bupati Bengkalis
KAY/OKETIMES
BENGKALIS, riaueditor.com- Dipicu tidak adanya kejelasan paket pengadaan satu unit kapal speedboat akan dibayarkan, tak jelas juga apa alasan hingga paket pekerjaan ini tak dibayarkan. Terang saja, merasa dirugikan terhadap Proyek Pengadaan Speedboat senilai Rp1,93 miliar dari Bagian Perlengkapan Setdakab Bengkalis 2013 lalu, perusahaan pemenang tender CV. JOE & CO menggelar aksi protes di Kantor Bupati Bengkalis, Rabu (2/7/14) petang.

Puncaknya, pihak rekanan pengadaan Speedboat senilai Rp1,93 miliar ini melabuhkan speedboat tersebut persis di halaman Kantor Bupati Bengkalis. Setidaknya ada sekitar seratusan buruh dari FSPTI yang membantu mengangkat dan meletakkan speed ini di Kantor Bupati Bengkalis. Sontak saja saat itu pemandangan aneh ini menjadi perhatian masyarakat.

Azmi, pihak rekanan pengadaan Speeboat, CV. Joe & Co  ini menyebutkan, speedboat yang merupakan paket pengadaan tahun lalu di Bagian Perlengkapan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Setelah barang selesai dikerjakan, ternyata tak kunjung dibayar satu rupiah pun.

"Aksi ini adalah bentuk kekecewaan kita terhadap Bagian Perlengkapan Pemkab Bengkalis yang tak mau membayar hasil kerja kita. Kami merasa dizalimi oleh Aulia, Kabag Perlengkapan Pemkab Bengkalis yang enggan membayar paket Speedboat ini," kata Azmi kepada wartawan.

Diterangkan Azmi, agar Speedboat ini dibayarkan, pihaknya sudah menempuh berbagai macam cara. Bahkan rekanan sudah melakukan somasi, dan dijanjikan mau dibayar pada tahun 2014 ini. "Nyatanya, tak satu rupiah pun dibayarkan," ujar Azmi lagi.

Menurut Azmi, dari Pihak terkait seperti Kabag Perlengkapan Aulia, sebagai KPA pekerjaan, Rinaldi selaku PPTK, dan Agus sebagai PPHP, sampai detik ini belum terlihat adanya itikad baik untuk menyelesaikan pembayaran. Bahkan ketiganya berasumsi di luar topik pekerjaan.

"Kalau misalnya pekerjaan kami salah, dimana letak salahnya. Jangan seperti ini caranya, tanpa ada pemutusan kontrak pekerjaan, kita tak dibayar satu rupiah pun," ungkap Azmi kecewa.

Azmi bersama buruh FSPTI akan terus melakukan pemantauan terhadap speedboat yang dilabuhkannya di halaman kantor Bupati Bengkalis ini. "Akan kami parkirkan hingga ada titik terang dan pembayaran terhadap pekerjaan ini. Kami akan terus memonitor Speed ini," ujarnya.(kay)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.