Pembangunan Kantor Bupati Molor, Bupati-ASN Buka Kantor `Siluman`

Kondisi Bangunan Kantor Bupati Indragiri Hulu, Riau yang mangkrak selama 4 tahun.

Pematang Reba-Inhu, Oketimes.com - Molornya Pembangunan Kantor Bupati Indragiri Hulu, Riau, yang dimulai sejak tahun 2012 silam, ternyata berdampak kepada ketidak-nyamanan para PNS di lingkungan Pemkab Inhu dalam melakukan aktivitasnya untuk melayani masyarakat sebagaimana mestinya.

Ketidaknyamanan itu, terasa semenjak pembangunan gedung utama lama dan kantor Bupati yang baru setinggi empat lantai yang mangkrak tak kunjung tuntas yang memakan waktu kurang lebih 4 tahun lamanya. Anggaran yang sudah digelontorkan cukup lumayan, untuk pembangunan dan rehab kantor gedung utama tersebut yang menguras APBD Rp70 miliar hanya untuk pembangunan gedung fisik saja.

Pengakuan ini, seperti diutarakan salah pegawai Pemkab Inhu, saat disambangi di Kantin Kantor Bupati Inhu yang tidak ingin disebutkan namanya pada oketimes.com, Rabu (29/11/2016) kemarin.      

Ia mengaku tidak habis pikir, dengan kondisi pembangunan kantor Bupati Inhu yang tak kunjung tuntas selama 4 tahun itu. Dia bersama  dengan rekan sekerjanya selama 4 tahun ini, harus merasakan kondisi ruang kerjanya yang selama ini tidak presentatif dan ruangan kerja yang tidak nyaman di kantor sementara yang tidak sesuai dengan penempatannya.

"Jika kantor tempat kita bekerja tidak sesuai dengan penempatannya, maka para pegawai disini bakal tidak nyaman untuk bekerja sebagaiman mestinya. Bayangkan ruangan tempat gudang saja, saat ini kita jadikan ruangan kerja di beberapa satker yang bukan pada instansinya. Ada yang berkantor di DPRD, Bappeda, Kantor PU dan ruangan cleaning service juga dijadikan tempat kerja Pemkab," ungkap sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
         
Terkait hal itu, oketimes.com mencoba menelusuri di lokasi proyek yang mangkrak tersebut. Dari Hasil penelusuran, kondisi bangunan kantor utama dan kantor baru Bupati Inhu, memang belum layak untuk ditempati.

Seperti di gedung utama kantor Bupati, pemasangan keramik lantai dasar belum keadaan terpasang, interior ruangan, instalasi lisitrik, ruangan kamar mandi masih dilakukan pemelestaran di tiap ruangan, westafel tidak keadaan terpasang, lampu, pentilasi, dan lainnya.

Sedangkan di gedung 4 lantai, pemasangan keramik sudah keadaan terpasang mulai dari lantai satu hingga 4. Akan tetapi ada beberapa ruangan kamar mandi yang belum dilakukan pemasangan keramik dan kelengkapannya. Kemudian pemasangan jendela kaca dilantai dua hingga empat belum semuanya dalam keadaan terpasang, Interior ditiap ruangan belum juga terpasang.

Selain itu, di lokasi tampak para pekerja bangunan sedang melakukan pemasangan kaca, instilasi listrik, interior ruangan, partisi dan lainnya dan melakukan pengecatan, tanpa dilengkapi peralatan keselamatan kerja atau safety belt.

Bukan hanya itu saja, papan merk kegiatan tersebut juga tidak tampak di lokasi, sehingga mirip proyek kantor bupati `siluman`. (ars)           


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait