Curhat Korban Penggusuran yang Kehilangan Buah Hatinya

Sulfiyadi (37) mengutarakan kesedihan hatinya karena kehilangan buah hatinya, Muhammad Ilham Ilmi (3) yang jatuh dari lantai empat rusun beberapa waktu lalu.

Jakarta, Oketimes.com - Warga Rumah Susun (Rusun) Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur yang dulunya terkena penggusuran Pemprov DKI dari Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Jakarta Utara dan Kali Krukut, Jakarta Selatan mencurahkan isi hatinya kepada Wakil Ketua DPR, Fadli Zon yang sedang meninjau langsung kondisi rusun.

Salah satu warga, Sulfiyadi (37) mengutarakan kesedihan hatinya karena kehilangan buah hatinya, Muhammad Ilham Ilmi (3) yang jatuh dari lantai empat rusun beberapa waktu lalu.

Sulfiyadi meyakini, kejadian tragis yang merenggut nyawa anaknya itu karena tidak adanya teralis besi di Blok A. Baginya, lokasi itu tak cocok untuk keluarga karena berbahaya bagi anak-anak.

Pengelola rusun menurutnya memang menjanjikan untuk memindahkan mereka ke blok yang dikhususkan untuk keluarga. Namun janji tinggal janji karena hingga kini mereka tak kunjung dipindahkan.

"Meski blok yang dijanjikan itu sudah lama rampung hingga anak saya meninggal dunia, kami tak kunjung dipindahkan," kesalnya.

Sulfiyadi tak menafikan bahwa nyawa ada di tangan Tuhan. Hanya saja dia menyesalkan perlakuan yang mereka dapatkan. Baginya, para pemegang otoritas hanya bisa berjanji tanpa ada realisasi. Kesedihannya semakin bertambah karena Pemprov DKI terkesan cuek dan tak mau meminta maaf.

Mendengar curhatan tersebut, Fadli Zon menyimpulkan bahwa Rusun Rawa Bebek tidak layak huni.

"Kalau kita tidak ke lokasi terkadang kita tidak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi jadi kita langsung ke sini. Ternyata ada korban anak usia 3 tahun cucu dari ibu Sri, yaitu Muhammad Ilham karena jeruji di lantai atas tidak ada ada. Ini kan berarti tidak layak huni karena tidak memikirkan keselamatan," ujar Fadli.***mnc.


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait