Imigran Bebas berkeliaran, Dewan Miris

Bebas: Para Imigran bebas berkeliaran di Pekanbaru, tanpa melengkapi kartu pengenal dan pengawasan Keimigrasian Kota Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Sekian lama berada di Kota Pekanbaru, seribuan imigran kini semakin bebas berkeliaran tanpa ada lagi aturan seperti mereka pertama datang ke Kota Bertuah ini.

"Sangat bebas berkeliaran, kita khawatir sekarang sudah sampai kemana-mana. Naik oplet sampai ke daerah Panam mereka makan bakso sama wanita tempatan," ujar Opi warga Kota Pekanbaru, Rabu (10/8/16).

Pantauan di Rudenim Jalan Cik Ditiro atau di samping Kantor RRI Pekanbaru, tampak imigran bebas berkeliaran. Di lokasi ini, ada dua rumah jadi tempat penampungan mereka, namun mereka sangat bebas keluar masuk dan berkeliaran di pemukiman warga.

"Biasa kan ada jadwal, pagi dan sore saja boleh keluar dan mereka biasanya pakai tanda pengenal sebagai imigran, sekarang kita lihat tidak ada lagi aturannya, mereka bebas keluar masuk, jalan-jalan ke mal, mejeng-mejeng dan bergaul dengan masyarakat tempatan, kita khawatir," sebut Indah, warga yang melintas di jalan depan Rudenim Cik Ditiro tersebut.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi Anwar menegaskan, bahwa pihaknya sangat menyayangkan saat ini imigran tampak begitu bebas berkeliaran dan berbaur dengan masyarakat setempat tanpa adanya aturan lagi.

"Kita khawatir dengan jumlah mereka yang banyak ini, sampai sekarang tidak jelas apa tujuan mereka ke Kota Pekanbaru, yang katanya mencari suaka, tentu perlu diwaspadai," ujar Mulyadi.

Dikatakan Politisi PKS Pekanbaru tersebut, pihak imigrasi seharusnya tidak lalai dan terus memantau keberadaan para imigran. Kemudian membuat aturan agar para imigran tidak bebas berkeliaran yang akhirnya membuat masyarakat resah.

"Banyak laporan yang sampai ke kita, karena imigran bebas kemana-mana masyarakat resah. Apalagi saat ini ada ajaran melenceng yakni Syiah. Ini yang harus kita pastikan bahwa mereka para imigran ke Kota Pekanbaru bukan membawa misi, namun murni mencari suaka," pintanya.

Untuk itu, Mulyadi meminta imigrasi untuk kembali membuat jadwal keluar masuk imigran serta kewajiban menggunakan bad tanda pengenal yang digantungkan di leher.

"Mereka harus dibatasi untuk keluar, agar tidak menjadi masalah baru di tengah masyarakat. Kita minta imigrasi segera perketat kembali agar imigran ini tidak bebas berkeliaran," pungkasnya. (eza)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait