Kesbangpolinmas Catat Ribuan Ormas di Riau, Tapi Hanya 150 Ormas yang Miliki SKT
Ilustrasi
Pekanbaru, Oketimes.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman meminta kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau terus memantau keberadaan dan kegiatan setiap Ormas di Riau. Sebab, dari 1.200 organisasi masyarakat (Ormas) di Provinsi Riau, hanya 150 Ormas memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang masih berlaku atau aktif.
"Kita (Pemprov, red) bersama Polda Riau memiliki data lengkap semua Ormas. Aktivitas mereka juga terus dipantau. Laporan menyebutkan belum ada Ormas yang berpaham radikal di Riau," katanya pada wartawan, Senin (25/1/16).
Dijelaskannya, saat ini yang menjadi sorotan adalah Ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Karena untuk di Riau, Ormas ini terdaftar ada dua SKT-nya di Kesbangpol Riau dan Kesbangpol Dumai.
"Pertama terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau. Surat keterangan terdaftarnya sudah habis sejak 23 Desember 2015 lalu. Meski begitu, 6 bulan sebelumnya Gafatar Riau dikabarkan sudah membubarkan diri," tuturnya.
Kedua Gafatar Kota Dumai. Ormas ini masuk dalam peta pantauan Provinsi Riau. Karena berdasarkan SKT-nya ormas tersebut masih aktif hingga 2018 mendatang.
"Tetap sama, tidak ada aktivitas ke arah radikal, tapi tetap kita antisipasi. Memang Ormas ini selama di Riau kegiatannya positif, tapi dibalik semua itu kita kan tidak tahu," ujarnya.
Dalam mengantisipasi paham radikal di Riau, sebelumnya Pemprov Riau, TNI, Polri, Ormas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, melakukan rapat koordinasi antisipasi teror dan Gafatar.
Semua intansi tersebut sepakat memantau dan memberi imbauan kepada masyarakat untuk sama-sama waspada terhadap gerakan yang mengarah ke radikalisme dan teror. (dea)

Komentar Via Facebook :