Demo Himpunan Mahasiswa Rupat Desak Polda Riau Usut PT SRL

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Rupat, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dit Reskrimsus Polda Riau Jalan Gajah Mada, Selasa (12/1/2016) siang.

Pekanbaru, Oketimes.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Rupat, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dit Reskrimsus Polda Riau Jalan Gajah Mada, Selasa (12/1/2016) siang.

Dalam aksinya, para pendemo meminta pihak kepolisian agar menyelamatkan hutan yang ada di Pulau Rupat, yang di eksploitasi oleh perusahaan besar.

Selain itu, para pendemo juga mendesak Dit Reskrimsus Polda Riau untuk menyelidiki perusahaan-perusahaan besar di Riau yang telah menjarah hutan di Pulau Rupat demi keuntungan pribadi.

Dalam orasinya, ada sembilan tuntutan yang mereka kumandangkan, diantaranya meminta pihak kepolisian untuk menangkap pemilik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) yang telah menghancurkan hutan di pulau Rupat.

"Cabut izin Hutan Tanam Industri (HTI) PT SRL yang beroperasi di Rupat, dan tangkap anggota Pansus bentukan Pemkab Bengkalis karena mereka diduga telah menerima uang dari PT SRL," sebut Hengki Saputra, koordinator aksi.

Tuntutan lainnya, para pendemo juga menuntut agar anggota dewan Bengkalis dipecat, lantaran telah menjadi pihak yang melindungi PT SRL. Pendemo juga meminta agar Kapolda Riau segera memecat Kapolres Bengkalis yang mereka nilai tidak tegas dalam menangani kasus itu.

"Kami juga meminta agar DPRD Riau untuk dapat menyelesaikan konflik antara PT SRL dan masyarakat yang ada di Pulau Rupat. Tarik juga aparat kepolisian serta para preman bayaran pemerintah Bengkalis yang ditempatkan diperusahaan itu," teriak Hengki dengan lantangnya.

Selain poin diatas, massa juga meminta agar polisi menyelamatkan suku Akit, suku asli Pulau Rupat dari aksi penggusuran oleh PT SRL, dan selamatkan keragaman hayati hutan Pulau Rupat dari PT SRL sesuai tuntutan.

Menurut Hengki, aksi unjuk rasa mereka ini sudah kali ketiga dilakukan, dengan tuntutan yang sama. "Nyatanya, hingga hari ini tidak ada kejelasan. Kita minta pihak kepolisian untu mengusut masalah ini sampai selesai," singkatnya. (dabot)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait