Bupati Hadiri Rapat Laporan Akhir Feasibility Study Hilirisasi Kelapa di Inhil
Bupati Inhil H. Herman saat mengikuti Rapat Laporan Akhir Feasibility Study Hilirisasi Kelapa.(Foto: DIskominfotik)
INHIL - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE, MT menghadiri penyampaian laporan akhir penyusunan dokumen Feasibility Study (FS) Hilirisasi Kelapa Inhil. Rapat dilaksanakan bersama tim ahli dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Riau (Unri), Prof. Dr. Almasdi Syaza, SE MP di Aula Kantor Bapperida, Jumat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Pemkab Inhil untuk mendorong pengembangan potensi kelapa daerah melalui konsep hilirisasi yang terencana, terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herman menyampaikan bahwa penyusunan Feasibility Study merupakan langkah strategis untuk memastikan potensi besar sektor kelapa di Kabupaten Inhil dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Feasibility Study hilirisasi kelapa ini penting untuk memastikan bahwa besarnya potensi kelapa Inhil dapat dikembangkan secara layak, terukur, terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Menurutnya, Inhil memiliki potensi kelapa yang sangat besar sehingga diperlukan kajian yang komprehensif untuk menentukan arah pengembangan industri hilirisasi. Tak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Bupati Herman juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, pelaku industri, serta masyarakat dalam merealisasikan pengembangan hilirisasi kelapa.
Melalui kajian tersebut, Pemkab Inhil diharapkan memiliki dasar yang kuat dalam menentukan kebijakan dan langkah strategis pembangunan industri kelapa, mulai dari ketersediaan bahan baku, teknologi pengolahan, peluang investasi, hingga potensi pasar.
“Harapan kita, hasil kajian ini benar-benar dapat menjadi pijakan dalam mengambil kebijakan dan membuka peluang investasi, sehingga komoditas kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi,” lanjutnya.
Sementara itu, tim ahli Lembaga Penelitian Unri, Prof. Almasdi Syaza memaparkan hasil akhir kajian yang telah dilakukan, termasuk berbagai aspek teknis, ekonomi, kelembagaan, serta peluang dan tantangan dalam pengembangan hilirisasi kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir.

Komentar Via Facebook :