Dapat Saran dari Ahli Medis, Epidemologi dan Tomas, Gubri Berniat Terapkan PSBB Provinsi di Riau

PSBB Provinsi Riau : Gubernur Riau H Syamsuar didampingi Wali Kota Pekanbaru, menggelar Press Conference terkait adanya rencana penerapan PSBB Provinsi Riau pada Jumat (1/5/2020) di Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19 di Riau, Gubernur Riau H Syamsuar mengungkapkan dalam waktu dekat ini provinsi Riau akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Disebutkan gubri, ia telah mendengar beberapa kajian dari ahli medis dan ahli epidemologi yang ada di Riau. Dimana dalam kajian itu, para ahli menyarankan agar Provinsi Riau agar menerapkan PSBB dalam rangka menurunkan angka Covid-19.

"Kami beserta tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Universitas mendukung pemberlakuan PSBB di Provinsi Riau," kata Gubernur Riau Syamsuar dihadapan awak media saat Press Conference pada Jumat (1/5/2020) di Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Guna mercepat pengurusan PSBB Provinsi tersebut, Gubri mengaku saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proposal dan sekaligus melampirkan kajian yang akan disampaikan kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia. "Mudah-mudahan Provinsi Riau dalam waktu tak begitu lama, juga akan melaksanakan PSBB," ungkapnya.

Menurutya, agar perjalanan PSBB di Provinsi Riau dapat berjalan dengan baik, dia berharap seluruh aparat di kabupaten/kota bisa mendukung dengan maksimal demi tercapainya kelancaran PSBB di Provinsi Riau.

Jika pelaksanaan PSBB di Provinsi Riau telah terlaksana, Syamsuar mengimbau bupati dan wali kota sudah bisa mensosialisasikannya ke masyarakat di daerah masing-masing.

Mengingat Riau berbatasan langsung dengn beberapa provinsi yang berdampak besar dalam penularan Covid-19, ia mengatakan akan memperketat pos jaga diperbatasan sehingga tidak ada lagi penularan.

"Semoga dengan menerapkan PSBB di Provinsi Riau angaka penularan Covid-19 bisa menurun di Riau," harapnya.

Gelar Rapat Tertutup

Usai melakukan pertemuan tertutup dengan Wali Kota Pekanbaru, Gubri menyampaikan beberapa hal penting terkait Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Dalam hal ini Gubri mendukung kelanjutan PSBB yang dilaksanakan oleh Pemko Pekanbaru.

"Pelaksanaan PSBB pekanbaru tetap dilanjutkan. Saling mendukung, agar PSBB Pekanbaru bisa efektif memutuskan angka penularan Covid19, baik Pasien Dlam Pengawasan (PDP) dan yang positif di Pekanbaru," kata Gubri usai pertemuan dengan Wali Kota Pekanbaru di Balai Pauh Janggi .

Gubernur mengaku berbahagia bertambahnya pasien yang sembuh dari penyakit Covid-19. Ia turut ikut membantu untuk Bantuan Sosial warga yang terdampak dan khususnya kota Pekanbaru yang telah melaksanakan PSBB.

Mantan wakil bupati siak era Awin AS itu mengaku bersedia membantu sebanyak 45.000 warga Pekanbaru untuk mendapatkan bantuan sosial berupa Uang Tunai senilai Rp. 300.000,- termasuk untuk mahasiswa yang tinggal di Pekanbaru karena tidak bisa pulang ke kampung halaman, maupun mahasiswa Riau yang di luar negeri yang belajar di Malaysia dan Arab Saudi tidak bisa pulang karena karantina wilayah.

Selain itu, mantan PJ Bupati Kepulauan Meranti ini, meyebutkan ada tambahan bantuan sembako senilai Rp. 200.000 oleh pemerintah pusat, selain bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau senilai Rp 300.000 untuk 3 bulan yang diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak Covid-19.***


Reporter    : Richarde   / Editor  : Cardova


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait