Giliran RT-RW Kelurahan Limbungan Baru Tolak Bantuan Sembako Pemko

ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Aksi penolakan bantuan sembako Pemko untuk warga miskin dampak Covid-19, terus berlangsung di Pekanbaru. Setelah sejumlah RT/RW di Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan, kini giliran RT/RW di Kelurahaan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, menolak bantuan tersebut.

Penolakan tersebut dilakukan lantaran Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, dinilai tidak bertanggungjawab terhadap rakyatnya yang terkena dampak virus korona (Covid-19) ini.

Dimana Pemko Pekanbaru dinilai hanya membuat data sepihak, sehingga ada satu RW tidak mendapat bantuan sama sekali, meskipun sebelumnya para Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sudah melakukan pendataan secara valid, namun tidak digubris oleh pemerintahan setempat.

Akibat data dari Ketua RT dan RW tak digubris oleh Pemko Pekanbaru, penolakan pembagian sembako dari Pemerintah Kota Pekanbaru, itu terjadi di Kelurahaan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai. Semua Ketua RW di Limbungan itu menyatakan menolak bantuan Pemko Pekanbaru.

Ketua RW 15 Nana, saat dihubungi wartawan Senin 27 April 2020, ia tidak menyangka apa yang telah dilakukan oleh Pemko Pekanbaru dan jajarannya. Menurut keterangannya, tidak satu pun warganya menerima bantuan. Anehnya lagi data yang dikeluarkan dan diterima oleh beberapa RW, banyak penerima yang masih mampu.
 
"Kami sudah bekerja mendata warga kami yang betul-betul tidak mampu, dan tidak bekerja lagi dan mereka memang susah mendapatkan makan. Mengapa ditolak oleh Pemko data dari kelurahan kami. Kasihan warga di sini. Bayangkan, tidak ada satupun warga saya menerima bantuan Pemko, dari 120 data warga yang dikirimkan," ungkap Nana.
 
Nana juga menyebutka pihaknya bersama RW se-Kelurahan Limbungan Baru, menolak membagikan bantuan sembako yang diberikan Pemko. Karena Wali Kota dinila tidak bertanggung jawab terhadap rakyatnya yang terkena dampak Covid-19 ini. "Kalau tak mampu tak usah buat PSBB, jangan hanya seremonial saja Pemko ini,' tukas Nana kesal.
 
Dia juga menyebutkan data penerima sembako yang diserahkan Pemko ke Kelurahan, tidak sesuai dengan data yang diterima RW. Hal itu terkonfirmasi bahawa data salah seorang warga yang bekerja sebagai bidan, ikut menerima bantuan dari Pemko yang katanya sudah divalidasi oleh tim dari Dinas Sosial (Dinsos).
 
"Ada tu bidan menerima bantuan, apa gajinya dibawah 500 ribu per bulannya. Tidak mungkin kan. Jadi kami berharap pihak Pemko bisa mendengarkan suara RW ini, dan suara rakyat yang terdampak corona," katanya.

Penolakan RW se-Kelurahan Limbungan Baru itu pun langusung disampaikan kepada Lurah Limbungan Baru, dan ditandatangani oleh 11 RW dari 15 RW di Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, yang diketuai oleh forum ketua RW/RT, Khairul Amri.***


Reporter   : Richarde  / Editor  : Cardova

Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait