Buah Trek dan Imbas Virus Corona Bikin Operasional PKS MASG Lesu

ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Ancaman mengistirahatkan pekerja di lingkungan Pabrik Kelapa Sawit PT MASG akan akibat produksi sawit tengah lesu atau trek dan dampak virus corona. Bahkan Zulfikar, Manajer Produksi PT Mustika Agung Sawit Gemilang (MASG), tidak menampiknya.

Pandemi virus corona (Covid-19) telah memukul sejumlah sektor usaha, termasuk pabrik kelapa sawit PT MASG yang beroperasi di Desa Semelinang Darat, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau ini.

Ketika dihubungi melalui ponselnya, Sabtu (10/4/2020) sore, Zulfikar mengaku operasional PKS lesu, akibat kegiatan usaha saat ini, sejumlah pekerja di pabrik kini sedang diistrahatkan. Dia tidak mengaku akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Analisa kami diistrahatkan dulu ya, karena buah memang lagi trek dan dampak virus corona juga turut memengaruhi usaha ini. Tentu keselamatan pekerja kami utamakan dulu," kata dia.

Menurutnya, sebuah musim ketika perkebunan dan lahan tidak menghasilkan banyak hasil panen seperti biasanya. Hasil brondolan dan buah menurun drastis, bahkan tidak menghasilkan buah sama sekali.

Ditanya soal kerugian yang dialami, Zulfikar tidak ingin menjelaskannya, "coba hubungi humas, mungkin dia lebih tahu," sebutnya.

Ancaman karyawan yang akan dirumahkan kemungkinan juga menyasar pada buruh harian lepas. Ada sekitar 80 persen dari 150 jumlah pekerja asal daerah Inhu. Sedangkan pekerja bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) mencapai ratusan pekerja di luar sistem internal perusahaan.

Perusahaan industri sawit itu memiliki dua kriteria pekerja, yakni buruh tetap dan buruh harian lepas yang tidak memiliki keterkaitan dengan perusahaan.

Namun tudingan mengemuka terhentinya pabrik sawit MASG terjadi lantaran perusahaan ini tak memiliki kebun inti milik sendiri, hingga membuat jaminan pasokan buah sawit masih mengandalkan baik kerjasama dengan beberapa koperasi milik rakyat. Jika pasokan buah sawit sendat, karena petani sendiri juga terimbas corona, otomatis pabrik ikut imbasnya.

Selain itu, untuk mencegah penyebaran virus corona di lingkungan kerja, banyak pengusaha sawit juga belum memiliki protokol pencegahan. Berbeda dengan sektor perkebunan lainnya yang memiliki protokol pencegahan virus corona.

Protokol pencegahan corona tersebut kemungkinan juga belum diterapkan di lingkungan pabrik, dimana petani dan buruh pabrik sawit juga menghadapi kendala biaya hidup yang semakin tinggi sejak penularan corona meluas.

Sementara itu, Humas PT MSAG Zulkifli saat dihubungi beberapa kali ke nomor ponselnya, tak kunjung menjawab panggilan awak media ini dan terkesen menuup duri. Pesan penddek yang dikirimkan juga belum berbalas hingga berita ini dimuat.***


Reporter  : Richarde  / Editor : Cardova      

Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait