Home / Kesehatan / Antisipasi Wabah Bahaya, Dinas Kesehatan Sosialisasi Virus Korona

Antisipasi Wabah Bahaya, Dinas Kesehatan Sosialisasi Virus Korona

Antisipasi Wabah Bahaya, Dinas Kesehatan Sosialisasi Virus Korona
Sulaiman
Plt Sekdakab Siak Jamaludin di sela acara sosialisasi antisipasi virus corona bersama masyarakat pada Senin, (17/02/2020) di ruang Rapat Kantor Bupati Siak.

Siak, Oketimes.com - Pj Sekdakab Siak Jamaluddin berharap kepada masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi ancaman virus corona yang sedang mewabah Kota Wuhan Cina dan telah menyebar ke beberapa negara lainnya di dunia saat ini.

"Kami berharap setelah acara ini, para peserta sosialisasi yang hadir bisa menginformasikan dan mengedukasi masyarakat mengenai virus itu dan cara pencegahan nya," kata Jamaludin disela acara sosialisasi antisipasi virus corona bersama masyarakat pada Senin, (17/02/2020) di ruang Rapat Kantor Bupati Siak.

Sosialisasi tersebut juga di hadiri Kepala Dinas Kesehatan Siak, Kepala Puskesmas, Camat,  Polres Siak, Koramil Siak, Kejari Siak dan perwakilan pihak perusahaan setempat.   

Jamaluddin menyebutkan untuk mengantisipasi penularan virus tersebut, bisa dimulai dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, rajin mencuci tangan dengan benar, yaitu dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Sementara Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pekanbaru Sarifuddin Saragih, MKes, mengatakan pihaknya telah menerapkan Health Alert Card (HAC) di semua pintu dari luar negeri ke provinsi Riau, khususnya di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, termasuk beberapa pelabuhan di Kabupaten Siak.

"Sistem Health Alert Card (HAC) sudah kami berlakukan pada tiga Pelabuhan di Siak, seperti di Perawang, Buatan dan Tanjung Buton," ungkapnya.

Sariffudin menjelaskan, pemberlakukan pengisian health alert card yang harus diisi penumpang dari luar negeri, dilakukan untuk pengawasan dengan langkah-langkah antisipatif untuk pencegahan kemungkinan masuknya virus covid-19.

"Jadi pengawasan dilakukan terhadap orang, barang dan alat angkut, terhadap penumpang kapal laut ke wilayah Siak," tegasnya.

Menurutnya, jika ada penumpang yang sakit, maka wajib dilakukan pemeriksaan medis dan tindakan protektif serta tindakan pencegahan, selanjutnya dirujuk ke puskesmas terdekat.

Sementara Kadis Kesehatan Tonny Chandra, menyampaikan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), meresmikan nama baru untuk virus corona, dari nCoV-2019 menjadi Covid-19. "Sejauh ini di Siak belum ada yang terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya.

Meski begitu, Tony menghimbau masyarakat agar tidak cemas akan penyebaran virus corona di Indonesia, khususnya Kabupaten Siak, serta masyarakat diharapkan sepenuhnya mempercayakan pencegahan dan penanganan penyebaran virus ini kepada petugas kesehatan.  

Menjawab keresahan masyarakat tersebut, lanjut Tony perlu adanya pencegahan yang serius. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait pencegahan dan penanganan jika ada yang terjangkit virus tersebut.  

"Kami memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat  dengan selalu menekankan pentingnya mencuci tangan saat atau setelah bepergian dan juga ketika akan makan," jelas Tonny.

Selain itu dia, menginstruksikan kepada petugas kesehatan lebih sering melakukan kontak dengan pasien dengan berbagai jenis penyakit menular, sehingga cukup rentan tertular berbagai jenis penyakit.

Oleh karena itu, petugas kesehatan secara konsisten harus selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien. (man)

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.