Home / Pemerintahan / Pendamping PKH Harus Jadi Motivator Masyarakat

Pendamping PKH Harus Jadi Motivator Masyarakat

Pendamping PKH Harus Jadi Motivator Masyarakat
Humas Meranti
SELATPANJANG, oketimes.com- Pendamping PKH sebagai ujung tombak dalam kesuksesan Program Keluarga Harapan sangat diharapkan memiliki multi talenta yang mampu menjawab dan menyelesaikan setiap kendala yang ada di lapangan. Mulai dari penyelesaian masalah karena tersumbatnya informasi sampai dengan membantu para peserta mendapatkan legalitas dokumen yang dibutuhkan sebagai seorang peserta PKH.
 
Demikian harapan yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, H Masrul Kasmy dihadapan pendamping PKH se Kabupaten Kepulauan Meranti dalam acara bimtek dengan tema `Program Pro Rakyat Anak PKH Sehat dan Cerdas` sekaligus penyerahan SK Pengangkatan Pendamping PKH, di Aula RSUD Selatpanjang, Rabu (1/10) pagi.
 
"Pendamping PKH diharapkan mampu menjadi motivator dan inovator dalam usaha-usaha kelompok produktif para peserta PKH. Pendamping PKH yang dengan segala keterbatasannya hadir dalam satu komunitas masyarakat dengan setumpuk permasalan sosial agar mampu berperan sebagai fasilitator, mediator, dan advokasi dalam proses pembangunan dari-oleh dan untuk rakyat dengan fugsinya sebagai katalis motivator, dinamisator dan penyuluh," sebut Wabup.
 
Wabup juga meminta para pendamping jangan hanya berorientassi gaji, tepi mengabdi diri bagi daerah. Terlebih masih banyak permasalahan sosial terutama masalah kemiskinan Kabupaten Kepulauan Meranti masih belum teratasi.
 
"Pendamping merupakan actor penting dalam mensukseskan PKH, karena sebagian besar orang miskin tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki suara dan kemampuan untuk memperjuangkan hak mereka yang sesuangguhnya. Mereka membutuhkan pejuang yang menyuarakan mereka, yang membantu mereka mendapatkan hak," harap Wabup.
 
Disebutkan Wabup, mindset seorang pendamping PKH bisa menjadi faktor sangat penting dalam dia melaksanakan pendampingannya. sebab untuk mewujudkan fungsi dan perannya dalam komunitas peserta PKH yang memang terdiri dari masyarakat klaster paling bawah dengan beragam permasalahan sosial yang jadi satu, bukanlah persoalan mudah.
 
"Akan tetapi tidak secara otomatis menjadi seorang pendamping PKH adalah sulit dan memberatkan, mindset seorang pendamping yang menjadikan kerja pendampingan sebagai sarana ibadah dan pengabdian mungkin tidak merasa berat dengan segala kenyataan pahit yang dihadapi, apalagi kalu dia bisa melihat peluang-peluang yang ada dalam setiap aktifitas pendampingannya maka bisa hampir dipastikan seorang pendamping akan bersemangat dan fokus dalam melaksanakan tugas dan fungsi pendampingannya," pungkas Wabup. (Je)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.