Kepsek SMPN 5 Tandun Bantah Lakukan Pungli

Kawasan Lingkungan SMPN 5 Tandun, Rokan Hulu, Riau.

Rokan Hulu, Oketimes.com - Kepala Sekolah SMPN 5 Tandun, Rokan Hulu, membantah adanya pungutan liar (pungli) dari wali murid terkait pencairan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Bahasanya bukan diminta atau pungli, dana KIP dan infak tidak dipakai pribadi. Tapi dipakai untuk keperluan pembelian peralatan di sekolah atas usulan dan persetujuan guru-guru," kata Vera Kepsek SMPN 5 kepada oketimes.com saat dihubungi, Jumat (14/2/2020).

Sedangkan mengenai soal adanya pungutan Rp50 ribu yang dilakukan pihaknya, sebelumnya sudah dirapatkan di sekolah atas persetujuan guru-guru. "Jadi nanti rinciannya, baru kami bicarakan antara komite, orang tua murid dan pihak sekolah.

Vera menjelaskan pengutipan Rp50 ribu untuk dua bulan itu, merupakan sebagai pengganti uang lelah tambahan jam mengajar sore untuk guru. "Itu pun atas hasil musyawarah dan persetujuan orangtua/wali," katanya.

Terkait adanya dana yang sifatnya untuk kebersamaan guru lanjut Vera, dana tersebut digunakan untuk membeli bingkisan jelang puasa kepada guru, berupa minyak goreng, gula, tepung, mentega, dan lain-lain.

"Sedangkan soal dana infak, sepenuhnya dipakai untuk pembelian peralatan di sekolah atas usulan dan persetujuan guru," pungkas Kepsek.***

Reporter    : Rahmat
Editor         : Cardova

Tags :berita
Komentar Via Facebook :