Kanwil DJP Riau Sebut Dana DIPA Tahun 2020 Turun Sekitar 6,6 Persen

Foto Bersama : Gubernur Riau H Syamsuar foto bersama dengan Penjabat Forkopimda provinsi, usai menyerahkan secara simbolis DIPA APBN 2020 kepada para 10 Satker tersebut pada Jumat, 22 November 2019 di Gedung Daerah Riau Pauh Janggi Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Alokasi Dana Transfer ke Riau tahun 2020, alami penurunan sekitar 6,6 persen di bandingkan alokasi tahun anggaran 2019 dari Rp26,97 triliun menjadi Rp25,20 triliun untuk tahun ini.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau, Bakhtaruddi tidak menampiknya. Dari data yang dimiliki pihaknya tercatat total alokasi dana transfer terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) Rp8,38 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Rp3,28 triliun, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp9,47 triliun, Dana Insentif Daerah (DID) Rp428,01 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Rp2,15 triliun dan Dana Desa Rp1,47 triliun.

"Jadi jenis transfer yang mengalami kenaikan adalah Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 5,42 persen, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 10,42 persen, Dana Insentif Daerah (DID) 74,85 persen dan Dana Desa 2,34 persen," kata Bakhtaruddin kepada awak media pada Jumat, 22 November 2019 di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah Riau Pekanbaru.

Ia juga menyebutkan sementara untuk dana transfer yang mengalami penurunan adalah Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 23,66 persen dan DAK Nonfisik 2,30 persen.

"Penurunan alokasi DBH yang signifikan tersebut di antaranya disebabkan karena adanya kebijakan pengendalian alokasi DBH di tahun 2020. Sehingga berpengaruh pada besaran alokasi DBH terutama DBH Sumber Daya Alam yang mengalami penurunan sebesar 30,0 persen dibanding alokasi tahun 2019," ungkapnya.

Adapun rincian dana alokasi dana transfer ke Riau tahun 2020 adalah sebagai berikut:

  • Pemerintah Provinsi Riau menerima alokasi dana transfer sebesar Rp5,2 triliun tahun 2020 dan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu sebesar Rp5,87 triliun.
  • Kabupaten Bengkalis sebesar Rp3,02 triliun tahun 2020 dan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu sebesar Rp3,80 triliun.
  • Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Rp1,79 triliun tahun ini, mengalamu penurunan dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,82 triliun.
  • Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2020 Rp1,39 triliun dan mengalami penurun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,46 triliun,
  • Kabupaten Kampar Rp2,15 triliun tahun ini, menurun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp2,33 triliun.
  • Kuansing Rp1,38 triliun tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,43 triliun.
  • Kabupaten Pelalawan Rp1,35 triliun tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,45 triliun.
  • Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Rp1,80 triliun tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,89 triliun.
  • Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Rp1,43 triliun tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,44 triliun.
  • Kabupaten Siak Rp1,79 triliun tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,90 triliun.
  • Kabupaten Kepulauan Meranti Rp1,06 triliun tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,07 triliun.
  • Kota Dumai Rp97 miliar tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,01 triliun.
  • Kota Pekanbaru Rp1,46 triliun tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,51 triliun.***


Reporter   : Richarde
Editor        : Cardova

Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait