Home / Hukrim / LBH LMP Riau Somasi Kepala BCA KCU Pekanbaru

LBH LMP Riau Somasi Kepala BCA KCU Pekanbaru

LBH LMP Riau Somasi Kepala BCA KCU Pekanbaru
Ist
LBH LMP Riau menyerahkan surat somasi kepada Kepala KCU BCA Pekanbaru lewat salah satu Security BCA bernama Syahrial yang diterimanya, Rabu (16/10/2019).

Pekanbaru, Oketimes.com — Lembaga Bantuan Hukum Laskar Merah Putih (LBH LMP) wilayah hukum Riau, melakukan somasi yang ditujukan kepada Kepala BCA KCU Pekanbaru yang saat ini dijabat oleh Harianto terkait pengerjaan Gedung baru Kantor BCA KCU Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudiman, Rabu (16/10/2109).

Surat somasi  nomor 32/LBH-Riau/X/LMP/2019 tertanggal 15 Oktober 2019 yang diserahkan oleh H Syahendra SH ke Kantor BCA KCU Pekanbaru dan diterima oleh Syahrial, Satpam BCA dengan tanda terima surat.

"Pengerjaan pembangunan gedung BCA KCU Pekanbaru yang sedang berlangsung menyebabkan kerusakan elemen struktur bangunan tempat LBH LMP Riau di Jalan Cik Ditiro, hingga gagal struktur dapat membahayakan jiwa dan mengganggu aktifitas LBH," kata H Syahendra SH selaku pelaksana LBH LMP pada oketimes.com rabu siang.

LBH LMP Riau mempersilahkan Harianto merespon somasi tersebut dengan segera, "Bila dalam tujuh hari setelah somasi diterima, tidak ada respon, maka LBH LMP Riau akan melanjutkan upaya hukum secara pidana dan perdata, kami akan laporkan yang bersangkutan," tegasnya.

Sementara itu, Ismail Rangkuti SH selaku Praktisi Hukum saat dimintai komentarnya, mengatakan bahwa langkah somasi kepada Harianto selaku Kepala BCA KCU Pekanbaru, sudah tepat secara hukum.

"Artinya BCA KCU Pekanbaru memiliki tanggung jawab hukum terhadap sekeliling lokasi atas pengerjaan gedung tersebut," ujarnya.

Dia juga menyebutkan, Harianto selaku Kepala BCA KCU Pekanbaru, harus bertanggung jawab secara hukum. Termasuk jika dilakukan pembiaran kontraktor pelaksana atau MK abai dan lalai dalam implementasi SOP metode pengerjaan bangunan yang mengakibatkan rusaknya jalan dan bangunan di sekitarnya.

"Pengabaian dan kelalaian yang menyebabkan kerusakan dan membahayakan adalah pidana, dapat dituntut secara pribadi atau badan," ungkap Ismail rangkuti.***


Penulis     : Mah
Editor      : Cardova

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.