Home / Sosial / LAMR Inginkan 1,4 Juta Hektar Kebun Ilegal Riau Berpihak untuk Masyarakat Kecil

LAMR Inginkan 1,4 Juta Hektar Kebun Ilegal Riau Berpihak untuk Masyarakat Kecil

LAMR Inginkan 1,4 Juta Hektar Kebun Ilegal Riau Berpihak untuk Masyarakat Kecil
Humas Pemprov Riau For Oketimes.com
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (Ketum MKA) LAMR, Datuk Seri H. Al Azhar di DPRD, secara lisan dan tulisan yang diterima Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar yang juga disaksikan anggota dewan lainnya seperti Suhardiman Amby, Musyaffak Asikin, Taufik Arrahman, dan Nasril, Senin 21 Juli 2019 di Kantor DPRD Riau.

Pekanbaru, oketimes.com - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) inginkan penyelesaian kebun sawit ilegal sekitar 1,4 juta hektar di Riau, berpihak kepada masyarakat kecil, guna bisa membantu ekonomi masyarakat yang terpuruk selama ini.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (Ketum MKA) LAMR, Datuk Seri H. Al Azhar di DPRD, secara lisan dan tulisan yang diterima Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar yang juga disaksikan anggota dewan lainnya seperti Suhardiman Amby, Musyaffak Asikin, Taufik Arrahman, dan Nasril, Senin 21 Juli 2019 di Kantor DPRD Riau.

Diutarakan Al azhar, pihaknya sangat menghargai temuan DPRD Riau yang menyimpulkan ada seluas 1,4 juta hektar kebun sawit di Riau ilegal pada tahun 2016 lalu. Hal itu diperkuat dengan verifikasi KPK yang menyebutkan 1,2 juta hektar kebun sawit di Riau bermasalah berkaitan dengan perizinan.

"Kami menunggu penyelesaian kasus ini, karena sadar bahwa persoalannya tidak mudah. Tapi baru-baru ini pemerintah pusat melemparkan gagasan memberi denda kepada perusahaan tersebut seperti kebijakan pada pengampunan pajak (tax amnesty)," tukas Al azhar pada pertemuan tersebut.  

Hal itu sempat diutarakan Al azhar belum lama ini, agar keinginan untuk menjatuhkan denda bagi perusahaan bermasalah itu dicetuskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Sanksinya berupa denda, namun belum ada detil mengenai kapan dan bagaimana skema serta besaran denda yang akan dijatuhkan dan dirumuskan seperti apa bentuknya.

"Lalu, apa yang diperoleh oleh masyarakat Riau?" Al azhar mempertanyakan hal tersebut saat itu. Sementara selama ini, masyarakat susah berkebun atau memanfaatkan hutan, akibat adanya perkebunan tersebut segala urusannya di tangan pemerintah pusat. Menurut data, luas kebun sawit Riau mencapai 3,5 juta hektar.

Wakil Ketua DPRD Riau, Asri Auzar menyambut baik gagasan LAM Riau itu, sembari mengatakan pihaknya siap memperjuangkan hal tersebut dan berharap dalam berbagai aksi harus dilakukan, sehingga gagasan dapat terwujud, termasuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo sebagai Datuk Seri Setia Amanah Negara.***


Reporter  : Richarde
Editor      : Cardova

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.