Home / Peristiwa / Tuntut PT Hutahaean, Faisal Pecahkan Gelas ke Kepala hingga Tumbang di Kantor Bupati

Tuntut PT Hutahaean, Faisal Pecahkan Gelas ke Kepala hingga Tumbang di Kantor Bupati

GPMTT: Jika Tak Mampu Urus Warga, Kami Minta Bupati Sukiman Mundur

Tuntut PT Hutahaean, Faisal Pecahkan Gelas ke Kepala hingga Tumbang di Kantor Bupati
Yasor
Tumbang : seorang massa aksi unjuk rasa Gerakan Peduli Masyarakat Rohul (Gempar) dan Gerakan Pelajar Mahasiswa Tambusai Timur (GPMTT), tumbang usai memecahkan gelas kaca ke kepala pada Kamis 18 Juli 2019 siang di kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul) Pasir Pengaraian, Riau.

Pasir Pengaraian, oketimes.com - Aksi unjuk rasa Gerakan Peduli Masyarakat Rohul (Gempar) dan Gerakan Pelajar Mahasiswa Tambusai Timur (GPMTT), Kamis 18 Juli 2019 siang kemarin di kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul) Pasirpengaraian, sempat di warnai insiden berdarah.

Seorang pengunjuk rasa bernama Faisal Purba, nekat memecahkan gelas ke kepalanya sendiri hingga berdarah. Aksi itu dipicu lantaran ia jengkel, karena Bupati Rohul H. Sukiman tidak kunjung menemui para pengunjuk rasa, yang berada di luar Pagar Kantor Bupati Rohul.

"Kepada Bupati Rokan Hulu, kalau tidak datang menemui kami. Kirimkan dia Roh-roh jahat, dan berikan roh-roh baik kepada kami," teriak Faisal sembari memukulkan gelas ke kepalanya sambil meneriakkan taqbir.

Aksi nekat Faisal ini, sempat membuat suasana hening dan mencekam. Emosi Faisal semakin meninggi, setelah darah bercucuran di wajahnya. Bahkan, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Rohul Erpan Dedi Sanjaya tak kuasa menenangkan emosi Faisal.

"Ini yang diinginkan bupati rohul, kita akan tumpahkan darah kita disni dan kita akan persembahkan untuk bupati rohul. Ini bukan darah ayam pak bupati, ini darah warga rohul yang datang menemuimu bapak bupati, kalau Bupati tak sanggup urusi masyarakat mundur aja dari jabatanmu," kata Faisal sembari mengistruksikan pengunjuk rasa lain untuk mendekat ke pagar Kantor Bupati yang telah dijaga Aparat Kepolisian dan Satpol PP itu.

Meski wajah berlumuran darah, Faisal yang juga merupakan Ketua LSM Penjara Rohul itu, akhirnya tumbang juga. Ia kemudian dipapah ke Mobil Satlantas Polres Rohul untuk di bawa Ke Rumah Sakit guna mendapatkan Perawatan.

Aksi unjuk rasa massa Gempar dan GPMTT itu, dilakukan atas pemasalahan kerja sama lahan Pola KKPA seluas 2.380 Ha, antara PT Hutahean dengan masyarakat desa tambusai timur.

Permasalahan tersebut sudah berlangsung selama 20 tahun sebelum Desa Tambusai Timur dimekarkan menjadi 3 (tiga) desa yaitu Tingkok, Tambusai Timur dan Lubuk Soting. Hingga kini belum ada titik terang dalam penyelesaian konflik ini.

Dalam aksi itu, para pengunjuk rasa menuding PT. Hutahean selama 15 tahun, tidak pernah merealisasikan janjinya terhadap kesepakatan pembagian Hasil 65-35 Hasil Pola KKPA Kepada Masyarakat 3 desa.

Selain itu, pengunjuk rasa juga meminta Pemkab Rohul, segera menyelesaikan permasalahan antara masyarakat 3 desa dengan pihak PT Hutahaean dalam waktu 100 Hari. Pengunjuk rasa mengancam, jika pemkab rohul tidak serius menyelesaikan perosalan ini, mereka meminta Bupati mundur dari jabatanya.

Aksi berakhir kondusif, dibawah pengamanan seratusan personil Gabungan Personil Polres Rokan Hulu dan Satpol PP setempat. Massa bubarkan diri setelah mendengarkan penjelasan dari perwakilan Pemkab Rokan Hulu disampaikan Kepala Bidang Tata Pemerintahan.***


Reporter   : Yasor
Editor       : Cardova 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.