Home / Hukrim / Saksi-saksi Terduga Korupsi Pengadaan Bahan Kimia PDAM Inhu Penuhi Panggilan Jaksa

Termasuk Dirut PDAM Inhu

Saksi-saksi Terduga Korupsi Pengadaan Bahan Kimia PDAM Inhu Penuhi Panggilan Jaksa

Dikonfirmasi, Alpiyan Membisu

Saksi-saksi Terduga Korupsi Pengadaan Bahan Kimia PDAM Inhu Penuhi Panggilan Jaksa
Ist
ILustrasi

Indragiri Hulu, Oketimes.com - Guna mendalam proses penyelidikan lebih lanjut dugaan korupsi pada pengadaan bahan kimia di lingkungan PDAM Indragiri Hulu, tim penyidik pidana khusus Kejari Inhu, satu persatu mulai melakukan klarifikasi kepada para saksi-saksi atas undangan pemanggilan terkait dugaan korupsi tersebut sejak sepekan terakhir ini.

"Ya benar, memang ada beberapa saksi-saksi yang sudah memenuhi panggilan penyidik. Sebab panggilannya sudah dilakukan sejak dua pekan lalu," kata Kasintel dan Penkum Kejari Inhu Bambang Dwi Saputra SH MH pada oketimes.com Kamis 4 Juni 2019 siang.

Dijelaskan Bambang, pemanggilan para saksi-saksi tersebut, dilakukan penyidik pidsus Kejari Inhu sejak beberapa pekan lalu. Akan tetapi dirinya tidak bersedia siapa saja yang sudah memenuhi panggilan tim penyidik Korps Adyaksa tersebut hingga kini.

"Ada beberapa oranglah, yang sudah memenuhinya. Yang penting kita mintai dulu klarifikasinya," singkat Bambang sembari tidak menampik adanya pimpinan PDAM Inhu yang sudah memenuhi panggilan tersebut.

Terpisah, Direktur Utama PDAM Indragiri Hulu yang saat ini dijabat oleh Alpiyan Rahmad SE, saat di kontak lewat ponselnya sejak sepekan terakhir untuk dikonfirmasikan seputar adanya undangan pemanggilan Kejari Inhu, terkait dugaan korupsi pada pengadaan bahan kimia di lingkungan PDAM Inhu hingga kini belum bersedia memberikan penjelasan atas pemanggilan tersebut.

Meski nomor yang dihubungi dalam keadaan aktif, Alpiyan tak kunjung memberikan jawaban panggilan awak media ini. Pesan pendek pertanyaan yang dikirimkan ke ponsel pintarnya juga belum berbalas hingga berita ini dimuat.

Seperti diberitakan, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu, melayangkan surat pemanggilan kepada Dirut PDAM Inhu, untuk dimintai kesaksiannya seputar dugaan korupsi tersebut beberapa pekan lalu.

Pemanggilan Dirut PDAM Inhu tersebut, dilakukan penyidik Pidsus Kejari Rengat, dalam rangka pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) kepada para saksi-saksi, termasuk Dirut PDAM Tirta Pematang Reba Inhu yang saat ini dijabat oleh Alpiyan Rahmad, SE yang sudah menjabat sejak tahun 2016 lalu hingga kini.

Kasintel Kejari Inhu Bambang Dwi Saputra SH MH, membenarkan adanya pemanggilan Dirut PDAM Tirta Pematang Reba Inhu, yang dilakukan penyidik Pidsus Kejari Rengat, guna dimintai kesaksiannya dalam kasus dugaan korupsi pada pengadaan bahan kimia untuk pemurnian air PDAM Inhu.

"Memang ada pemanggilan dan pemeriksaan masih dalam puldata (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan)," singkat mantan Plt Kasi Pidsus Kejari Humbang Hasunutan Sumatera Utara itu saat dikontak lewat ponselnya pada Senin 24 Mei 2019 siang.

Informasi yang dirangkum, dugaan korupsi pengadaan bahan kimia untuk pemurnian air PDAM tersebut, berlangsung sejak selama dua tahun terkahir ini, yakni sejak tahun 2017 hingga 2018 yang diduga di korupsi sebesar kurang lebih Rp. 400 juta.

Selain memanggil Dirut PDAM untuk dimintai kesaksiannya, para saksi lain seperti stafnya dan rekanan penyedia bahan kimia pemurnian air PDAM tersebut juga ikut dilakukan pemanggilan untuk dimintai kesaksian dan keterangan.

Keterlibatan Dirut PDAM Tirta Pematang Reba Inhu dan rekanan tersebut diduga ada unsur kedakatan alias 'kongkalikong' dengan rekanan, lantaran bahan kimia untuk pemurnian air PDAM tersebut yang disediakan rekanan jauh dari kualitas yang semestinya.***


Penulis  : Ndanres Area
Editor   : Cardova
                    

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.