Home / Peristiwa / Mengaku Tak Ada Beban, Jokowi Siap Bikin Kebijakan 'Gila' Demi Kepentingan Negara

Mengaku Tak Ada Beban, Jokowi Siap Bikin Kebijakan 'Gila' Demi Kepentingan Negara

Mengaku Tak Ada Beban, Jokowi Siap Bikin Kebijakan 'Gila' Demi Kepentingan Negara
Ist
Joko Widodo, Presiden RI.

Jakarta, Oketimes.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tak akan segan mengambil keputusan 'gila' jika itu berkaitan langsung dengan kepentingan negara.

"Saya dalam 5 tahun ke depan insyaallah sudah tidak memiliki beban apa-apa. Jadi, keputusan yang gila, keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini akan kita kerjakan. Jadi saya tidak memiliki beban apa-apa," Kata Jokowi saat menyempatkan diri berkumpul bersama aktivis 1998 di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu 17 Juni 2019.

Ini bukan kali pertama Jokowi mengaku sudah tak memiliki beban apapun. Dalam berbagai kesempatan, Kepala Negara itu, kerap kali menyuarakan hal tersebut.

Dilansir dari laporan CNBC Indonesia, pertama kali Jokowi mengemukakan hal tersebut dalam acara resmi terjadi pada saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangas) 2019.

Pada kesempatan itu, Jokowi memang secara lantang mengungkap masalah perekonomian Indonesia yang dianggap masih belum mampu diatasi oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Mulai dari birokrasi yang masih rumit, kinerja ekspor yang loyo, arus investasi yang seret, hingga persoalan defisit transaksi berjalan yang sudah bertahun-tahun dialami Indonesia.

"Saya sudah enggak bisa nyalonkan lagi. Jadi apapun yang paling baik, terbaik untuk negara akan saya lakukan," tegas Jokowi kala itu.

Setelah acara tersebut, tercatat hampir di berbagai kesempatan Jokowi mengatakan hal serupa. Misalnya, pada saat pertemuan maraton dengan para pengusaha nasional.

Di depan pengusaha yang tergabung dalam Apindo, Kadin Indonesia, dan Hipmi, Jokowi memang meminta masukan untuk memperbaiki ekonomi nasional. Bahkan, perubahan regulasi akan dilakukan bila itu memang diperlukan.

"Mungkin revisi UU. Mungkin kalau diperlukan mengeluarkan Perppu [peraturan pemerintah pengganti undang-undang) misalnya. Kalau memang itu diperlukan sekali dan memang posisinya sangat penting, ya akan kita keluarkan," tegas Jokowi.***


Source     : CNBC Indonesia
Editor       : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.