Home / Hukrim / Mengejutkan! Selain Gadaikan Istri, Hori Juga Pernah Jual Anak Kandungnya Rp 500 Ribu untuk Main Judi

Fakta Baru Motif Pembunuhan Salah Objek di Lumajang

Mengejutkan! Selain Gadaikan Istri, Hori Juga Pernah Jual Anak Kandungnya Rp 500 Ribu untuk Main Judi

Mengejutkan! Selain Gadaikan Istri, Hori Juga Pernah Jual Anak Kandungnya Rp 500 Ribu untuk Main Judi
Ist
Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban saat mempertemukan tersangka Hori dengan istrinya dan Hartono Jum’at 14 Juni 2019.

Lumajang, Oketimes.com – Kasus pembunuhan salah sasaran atau objek di Lumajang, kembali menunjukkann fakta baru yang mengejutkan bagi publik, selain tersangak Hori (43) warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso mengadaikan istrinya senilai Rp. 250 juta, ternyata ia pernah menjual anaknya yang masih bayi seumur 10 sebulan seharga Rp 500 ribu.

Ungkapan itu, disampaikan oleh Lasmi dihadapan Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban saat dipertemukan dengan tersangka, Jum’at 14 Juni 2019. Fakta baru ini muncul saat Hori dan Lasmi saling adu mulut soal rumah tangganya.

Aksi menjual anak itu dilakukan oleh Hori sudah 7 tahun silam. Saat itu usia pernikahan antara Hori dan Lasmi sudah berjalan 12 tahun hingga terjadi aksi pembunuhan dilatarbelakangi utang piutang dengan Hartono. "Kamu dulu kalah judi, anakku kamu jual," tukas Lasmi dan membut petugas serta wartawan terhenyak.

Untunnya, sang Anak dijual pada saudara dari Hori sendiri, lantaran kalah judi. Namun, Lasmi tidak bisa mengakui anaknya dan dilupakan oleh buah hatinya itu.

Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban mengaku kaget dan terheran dengan ulah tersangka Hori yang nekat menjual anaknya. Dia menduga ada Human Trafficking oleh Hori yang suka berjudi.

"Saya akan mengurai benang kusut kasus ini, apa yang melatarbelakangi tersangka melakukan pembunuhan sadis," pungkasnya.

Kini tersangka Hori mendekam di Mapolres Lumajang dan dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman kurungan maksimal hukuman mati.***


Source : Beritajatim
Editor   : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.