Home / Pemerintahan / Gubri Sesalkan Serapan Anggaran Pemprov Masih Rendah

Gubri Sesalkan Serapan Anggaran Pemprov Masih Rendah

Gubri Sesalkan Serapan Anggaran Pemprov Masih Rendah
Humas Pemprov Riau For Oketimes.com
Gubri H Syamsuar terima audiensi Konsul Singapura di ruang kerja gubernur riau, Rabu 12 Juni 2019.

Pekanbaru, Oketimes.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, segera mengevaluasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 ini. Hal itu dilakukan lantaran angka serapan anggaran hingga pertengahan bulan Juni 2019 masih belum maksimal.

Informasi yang dirangkum dari situs monev riau.go.id, serapan anggaran di lingkungan pemprov Riau baru mencapai 25,10 persen. Angka tersebut masih jauh dari serapan anggaran tahun sebelumnya yang sudah mencapai 50 persen di pertengahan tahun.

Gubernur Riau, Syamsuar meminta hal tersebut agar menjadi perhatian ekstra. Langkah konkrit yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Organisasi Perangkat Daerah.

Pertimbangan lain adalah dalam waktu dekat juga akan segera dibahas APBD perubahan tahun 2019. Untuk itu, kepala OPD diharapkan dapat mengevaluasi kinerja bawahannya dalam mengoptimalkan kinerja sesuai amanat APBD 2019.

"Ini sudah memasuki pertengahan tahun, idealnya sudah masuk 50 persen. Namun saat ini progres kegiatan di Pemprov Riau baru mencapai 25, 10 persen, ini yang perlu digesa," ungkap gubri selasa kemarin.

Tidak lupa gubri juga menyinggung soal persiapan pembahasan APBD Perubahan yang seharusnya sudah dilaksanakan. Beberapa prioritas yang akan dijalankan pada APBD perubahan 2019 yakni mengenai pendidikan, kesehatan dan ada juga dukungan dana untuk desa dan kecamatan, serta sektor prioritas lainnya.

"Untuk itu, dengan waktu yang tersisa diharapkan realisasi anggaran dapat dimaksimalkanya sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku," pungkas Gubri.***


Reporter  : Richarde
Editor      : Cardoffa  

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.