Sekda Ajak Pimpinan Perusahaan Berkontribusi Bangun Daerah
Tim Safari Ramadan 1440 H Pemkab Siak sambangi Desa Teluk Rimba Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Tim tersebut di pimpin langsung oleh Sekda Siak Tengku Said Hamzah beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Siak, Senin 20 Mei 2019 malam.
Siak, Oketimes.com - Tim Safari Ramadan 1440 H Pemkab Siak, kali ini menyambangi Desa Teluk Rimba Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Tim tersebut dipimpin langsung oleh Sekda Siak beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Siak, Senin 20 Mei 2019 malam.
Sekda Siak Tengku Said Hamzah menyampaikan, masih banyak pembangunan inprastruktur yang belum di bangun di gasib. Hal ini di maklumi karena keterbatasan APBD yang di miliki.
Dirinya mengucapkan terimakasih kepada prusahaan yang ada di Kecamatan Koto Gasib yang cepat tanggap terhadap persoalan baik itu pembangunan sarana umum seperti jalan dan juga masalah sosial di kecamatan Koto Gasib.
"Kami mengucapkan terimakasih kepala pimpinan prusahaan yang ada di Gasib, salah satunya pimpinan PT Kimia Tirta Utama (KTU) melalui CSR nya, sudah membantu pembangunan jalan di Gasib sepanjang 1,4 km," kata Tengku Said Hamzah di Masjid Nurul Iman Kampung Teluk Ramba, Senin malam.
Ia berharap, kepada pimpinan prusahaan yang beroprasi baik di Kabupaten Siak, maupun di Gasib. Dapat Berkontribusi terhadap pembangunan di wilayah oprasionalnya. Melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang di miliki untuk kesejahteraan masyarakat.
"Saya berharap pimpinan perusahaan di Kabupaten Siak, terutama perusahan di Gasib, dapat membantu masyarakat melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Ini merupakan bentu dukungan terhadap masyarakat di sekitar lingkungan prusahaan," harapnya.
Lanjutnya lagi, Pelaksanaan Pembangunan tergantung besarnya APBD, sebagaimana diketahui APBD Kabupaten Siak, tergantung bagi hasil minyak. Jika permintaan turun, maka terjadi penurunan penerimaan APBD. Apalagi saat ini harga minyak dunia mencapai 60-70 per Barel ini bisa di bilang termasuk stabil.
"Namun pada tahun 2015-2016 harga minyak jatuh hingga kisaran 30 US$ akibatnya kegiatan di semua dinas terpaksa kita rasionalisasi, termasuk juga pembanguna inprastrukutur juga tertunda. Syukurlah saat ini harga minyak Dunia mulai naik di angka 60-70 perbarel," terangnya.
Mantan Kadis BKD itu juga mengutarakan cara untuk meningkatkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya dengan menyesuaikan pajak dan distribusi. Dengan menyesuaikan tarif masuk destinasi wisata seperti istana, yang saat ini kontribusinya pertahun mencapai Rp1,4 miliar.
"Sebagai daerah tujuan wisata, kita harus menyesuaikan tarif. Contohnya tarif masuk Istana Siak dulunya Rp 300 menjadi Rp 10 ribu, ini masih dinilai murah jika di banding di daerah lain. Harga masuk tempat wisata mencapai Rp 25 ribu, namun setiap penyesuian harus dengan perstujuan dewan, dengan penetapan regulasinya. Sehingga kontribusi yang didapat, kita arahkan untuk Kesejahteraan masyarakat," ulasnya.
Pada kegiatan safari itu, Sekda Siak menyerahkan sejumlah bantuan. Seperti sejadah satu rol, sembako bagi warga tidak mampu serta uang tunai 1 juta rupiah diberikan kepada pengurus mesjid Nurul Iman Kampung Teluk Rimba. Bantuan tersebut berasal dari Pemkab Siak dan juga dari bankriau kepri Siak.***
Reporter : Sulaiman / Editor : Cardoffa

Komentar Via Facebook :