Home / Politik / Dugaan Money Politik Caleg Hanura, Bawaslu Periksa Pelapor dan Dua Saksi

Dugaan Money Politik Caleg Hanura, Bawaslu Periksa Pelapor dan Dua Saksi

Dugaan Money Politik Caleg Hanura, Bawaslu Periksa Pelapor dan Dua Saksi
Disediakan oketimes.com
TL (30), warga Kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai Pekanbaru saat melaporkan dugaan parkatek money politik ke Bawaslu Kota Pekanbaru, Jalan Kutilang, Selasa (23/4/2019) siang.

Pekanbaru, Oketimes.com - Guna menindaklanjuti laporan dugaan praktek Money Politik yang dilakukan oknum Caleg Kota Pekanbaru Dapil II dari Partai Hanura atas laporan warga pada Selasa 23 April 2019 lalu, Penyidik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pekanbaru, kembali memanggil pelapor dan saksi ke kantor Baswaslu, Jumat (26/4/2019) siang.

Pemeriksaan pelapor dan dua orang saksi tersebut, dilakukan penyidik Bawaslu di ruang pemeriksaan Kantor Bawaslu Kota Pekanbaru, sejak pukul 11 hingga pukul 15.00 WIB sore, guna melengkapi aduan masyarakat terkait dugaan praktek money politik tersebut.

Dari hasil pantauan, Penyidik Bawaslu Pekanbaru memintai sejumlah keterangan dari pelapor dan dua saksi yang melihat peristiwa adanya dugaan praktek money politik yang dilakukan oknum RT di Kelurahan Muara Fajar sebelum hari pelaksanaan pencoblosan pada 17 April 2019 lalu.

Hal itu dilakukan oknum RT berinisial DH yang sekaligus diduga timses oknum caleg DPRD Kota Dapil II Rumbai dan Rumbai Pesisir dari Partai Hanura berinisial KH yang mengajak TL (30) warga Kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai untuk memilih oknum caleg tersebut pada Senin 15 April 2019 pagi lalu, sembari menyodorkan contoh surat suara caleg dari Partai Hanura serta empat lembar pecahan Rp50 ribu senilai Rp 200 ribu.

Usai dilakukan pemeriksaan pelapor dan dua saksi tersebut, TL bersama dua rekanya keluar dari ruangan Bawaslu Pekanbaru sekira pukul 15.00 WIB sore.

Kepada awak media TL, mengaku bahwa dirinya bersama dua rekannya yang dijadikan saksi pelapor memberikan keterangan dugaan praktek money politik tersebut kepada penyidik Bawaslu Pekanbaru, terkait laporannya yang sebelumnya sudah dilakukannya kepada Bawaslu Kota Pekanbaru pada Selasa (23/4/19) lalu.

"Saya datang bersama dua saksi ke Baswaslu hanya untuk memberikan keterangan saya yang sebelumnya sudah saya laporkan kepada Bawaslu pada tiga hari lalu," kata TL bersama dua rekannya pada awak media Jumat sore.

Menurutnya, sehubungan keterangan dan bukti dugaan praktek money politik yang sudah disampaikan kepada Bawaslu Pekanbaru, ia yakin pihak Bawaslu bisa melakukan proses penyelidikan atau penyidikan soal dugaan money politik tersebut hingga tuntas nantinya.

"Laporan dan bukti awal sudah kita berikan kepada penyidik bawaslu, saya yakin Bawaslu Pekanbaru bisa menindaklajuti laporan kita tersebut," pungkasnya.

Ditanya, apa motivasi dirinya melaporkan dugaan praktek money politik yang dilakukan oknum caleg tersebut lewat timsesnya ke pihak Bawaslu Pekanbaru, atas laporan tersebut? TL mengaku bahwa dirinya merasa heran saja melihat ulah para caleg saat ini yang masih mau menggunakan cara-cara yang kurang baik dilakukan sang caleg untuk merebut hati masyarakat dalam pelaksanaan Pemilu 2019 tahun ini.

"Saya tidak ada maksud-maksud tertentu untuk menjatuhkan sang caleg atau pun partai tersebut, dengan melaporkan dugaan praktk money politik. Ini murni saya lakukan, agar proses demokrasi dinegeri ini bisa berjalan dengan baik dan benar," ulasnya.

Apalagi sambung TL, Partai Hanura selama ini menurutnya sudah cukup dikenal baik ditengah-tengah masyarakat saat ini, namun kebaikan tersebut malah dinodai atau disalahgunakan para kader di daerah.

"Kenapa bisa ada oknum caleg dari Partai Hanura yang nekat melakukan dugaan praktek money politik seperti ini. Apakah pihak pimpinan pusat partai tersebut memberikan peluang untuk melakukan praktek tersebut," tanya TL.

Meski begitu, TL berharap kepada pihak Bawaslu Pekanbaru, untuk bisa menindaklanjuti laporan tersebut hingga tuntas ke meja hijau.

Kembali ditanya, selama dugaan laporan praktek money politik tersebut dilaporkan ke Bawaslu Pekanbaru, apakah ada pihak-pihak lain yang melakukan intimidasi atau perlawanan dari orang lain mengenai laporan tersebut?

TL mengaku hingga saat ini dirinya bersama dua rekannya belum ada menemukan indikasi intimidasi atau teror dari pihak lain terkait laporan tersebut. Akan tetapi, untuk mengantisipasi dugaan tersebut dirinya bersama dua saksi akan segera mengajukan surat permintaan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ke Jakarta Pusat dalam waktu dekat ini.

Ketua Bawaslu Pekanbaru, Indra Khalid Nasution membenarkan pihaknya ada memanggil pelapor dan dua saksi untuk dimintai keterangan, guna menindaklajuti adanya laporan dugaan praktek money politik yang diduga dilakukan oknum caleg DPRD Kota berinisial KH sebelum Pemilu 2019 pada 17 April 2019 lalu.

"Pekanbaru benar kita sudah meminta keterangan dari pelapor pada jam 11, kemudian dua orang saksi yang diajukan pelapor pada sekira pukul 14 hingga 5.30 WIB," kata Indra Khalid pada Jumat malam.

Selanjutnya kata Indra, pihaknya segera akan mengundang terlapor, jika ada saksi-saki yang dianggap relevan untuk kepentingan pengkajian laporan ini maksimal 14 hari sejak diregisternya laporan tersebut.

Seperti diberitakan, dugaan praktek money politik terhadap oknum caleg dari Partai Hanura Dapil II Rumbai dan Rumbai Pesisir berinisial KH, dilapor ke Bawaslu Pekanbaru, pada Selasa 23 April 2019 siang.

Laporan dugaan money politik tersebut, dilakukan oleh TL (30), warga Kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai Pekanbaru dan diterima oleh Iqbal Indra Purna anggota Bawaslu Kota Pekanbaru.

Ketua Bawaslu Kota Pekanbaru Indra Khalid Nasution membenarkan adanya laporan dugaan Money Politik salah satu peserta Pemilu 2019 yang maju dalam caleg DPRD Kota Pekanbaru berinisial KH dari Partai Hanura Dapil II Rumbai - Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.

"Yang jelas laporan itu, akan kita kaji awal terlebih dahulu dalam dua hari ini, apakah laporan tersebut sudah terpenuhi syarat formil dan materinya," pungkas Indra Khalid menjawap pertanyaan awak media lewat sambungan Aplikasi Whatsapp.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.