Home / Internasional / Liput Kerusuhan di Irlandia Utara, Jurnalis Tewas Tertembak

Liput Kerusuhan di Irlandia Utara, Jurnalis Tewas Tertembak

Liput Kerusuhan di Irlandia Utara, Jurnalis Tewas Tertembak
(AFP)
Petugas kepolisian Irlandia Utara memeriksa lokasi kerusuhan yang menewaskan seorang jurnalis di Creggan, Londonderry, Kamis (18/4/2019) malam.

London, Oketimes.com - Seorang jurnalis menjadi korban tewas setelah tertembak saat meliput kerusuhan dan bentrokan bersenjata antara kelompok paramiliter dengan polisi di Irlandia Utara, Kamis (18/4/2019) malam.

Lyra McKee (29), mengalami luka tembak pada bagian kepala. Polisi menuduh tembakan berasal dari senjata yang dibawa anggota kelompok paramiliter Tentara Republik Irlandia (IRA) saat terjadinya bentrokan.

Pihak berwajib segera memburu pria bersenjata yang diduga menjadi pelaku penembakan setelah merilis rekaman kamera keamanan yang memperlihatkan situasi kerusuhan di Creggan.

Dalam rekaman, juga tampak korban yang berdiri bersama wartawan lainnya di dekat kendaraan polisi. Rekaman juga memperlihatkan sosok pria bersenjata yang melepaskan tembakan, diduga sebagai tersangka.

Massa aksi juga membawa bom molotov dan kembang api yang dilemparkan ke arah kendaraan polisi. "Seorang pria kemudian melepaskan tembakan di lingkungan permukiman di kota dan berakibat melukai nona McKee," kata kepala polisi Mark Hamilton, dikutip AFP.

Kepolisian Irlandia Utara akhirnya menahan dua remaja, yang baru berusia 18 dan 19 tahun, di Londonderry, yang diduga terkait dengan kasus penembakan yang menewaskan McKee.

"Dua pria, berusia 18 dan 19 tahun, ditangkap di Londonderry di bawah undang-undang anti-teror dan dibawa ke Belfast untuk diinterogasi," kata kepolisian Irlandia Utara dalam pernyataannya, Sabtu (20/4/2019).

Aksi kekerasan yang berujung pada kerusuhan itu terjadi menjelang akhir pekan Paskah, yang dipicu penolakan dari Partai Republik terhadap kehadiran Inggris di Irlandia Utara untuk memperingati pemberontakan 1916.

Sejumlah pejabat menuding kerusuhan didalangi oleh kelompok New IRA, sebuah kelompok paramiliter republik yang menentang perubahan tanpa kekerasan untuk mewujudkan Irlandia bersatu.

New IRA disebut sebagai gabungan dari kelompok-kelompok bersenjata yang menentang keras proses perdamaian Irlandia Utara. Kelompok ini juga mengklaim bertanggung jawab dalam teror bom ransel yang dikirim ke London dan Glasgow pada Maret lalu.

Kelompok New IRA menghendaki penggabungan Irlandia Utara menjadi Republik Irlandia melalui jalan kekerasan. Kelompok itu telah menyerukan gencatan senjata pada 1997 dan mengumumkan berakhirnya kampanye bersenjata pada 2005, serta memulai jalur politik damai untuk mencapai tujuan mereka.

Namun kelompok-kelompok sempalannya membangkang dan berusaha melanjutkan gerakan bersenjata dan kekerasan.***


Sumber : AFP /  Editor  : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.