Home / Parlemen / Soal Rencana Sekolah Gratis, Komisi V Minta Data Biaya Kebutuhan Siswa per Tahun

Soal Rencana Sekolah Gratis, Komisi V Minta Data Biaya Kebutuhan Siswa per Tahun

Soal Rencana Sekolah Gratis, Komisi V Minta Data Biaya Kebutuhan Siswa per Tahun
Ist
Aherson, Ketua Komisi V DPRD Riau.

Pekanbaru, Oketimes.com - Ketua Komisi V DPRD Riau, Aherson mengakui, upaya rencana pendidikan gratis tingkat SMA/SMK di Provinsi Riau bisa terwujud di tahun 2019 mendatang. Saat ini pihaknya sudah minta pada seluruh sekolah yang ada, menghitung betul berapa kebutuhan biaya per anak per tahun.

"Kita sudah sampaikan pada seluruh Kepala Sekolah terkait ini. Kita minta dalam bulan ini melaporkan mengenai data kebutuhan sekolah itu per anak per tahun yang diperiksa oleh Dinas Pendidikan, sehingga bisa dianggarkan di APBD. Memang berdasarkan penelitian selama ini untuk SMA, kebutuhan per siswa per tahun itu sekitar Rp3,5 juta. Tingkat SMK, Rp4,5 juta per anak per tahun," ujarnya pada awak media Kamis (28/03/19).

Menurut polisi Demokrat ini, data itu perlu dipastikan lagi mengingat kebutuhan dari siswa per tahun itu tentu tidak sama antara sekolah yang sudah 'lengkap' dengan yang tidak lengkap.

"Jadi kita minta dihitung lagi yang diperiksa oleh Disdik. Kalau memang untuk tingkat SMA itu Rp3,5 juta dan SMK Rp4,5 juta, berarti tinggal menambah sekitar Rp1,5 juta lagi per anak per tahun. Mengingat selama ini sudah ada sekitar Rp3 juta dari BOS dan BOSDA," tambahnya.

Dikatakan juga oleh Dapil Kuansing-Inhu ini, dalam penghitungan biaya per sekolah itu, diminta Kepala Sekolah tidak hanya menghitung keperluan non fisik saja. Tapi juga diminta biaya fisik yang dibutuhkan. Sehingga berapa penganggaran yang dibutuhkan, akan nampak.

"Saya rasa pendidikan gratis ini masih masuk akal.  Apalagi keinginan ini juga masuk dalam penjabaran visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur sekarang," katanya.***

 

Sumber  : MCR

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.