Home / Hukrim / Tim Gabungan BPOM Gerebek Home Industri Mie Berformalin di Pekanbaru

Tim Gabungan BPOM Gerebek Home Industri Mie Berformalin di Pekanbaru

Tim Gabungan BPOM Gerebek Home Industri Mie Berformalin di Pekanbaru
Ist
Barang bukti mie mengandung formalin diamankan Tim Gabungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, Direktorat Reskrimsus Polda Riau, dan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru di Jalan Teratai, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, pada Selasa (19/3/2019) dini hari.

Pekanbaru, Oketimes.com - Tim gabungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, Direktorat Reskrimsus Polda Riau, dan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menggerebek gudang pembuatan mi yang mengandung formalin di Jalan Teratai, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, pada Selasa (19/3/2019) dini hari.

Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri mengatakan, bahwa dalam penggerebekan tersebut pihaknya berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 150 kilogram mi berformalin.

"Iya, dini hari tadi telah dilakukan penindakan terhadap pembuat mi mengandung formalin di Tampan tersebut. Dari situ, kita amankan 150 kilogram mi berformalin yang sudah dibungkus," kata Kashuri pada awak media di Pekanbaru, Selasa (19/3/2019) kemarin.

Dipaparkan Kashuri, pelaku berinisial AR yang merupakan pemain lama dan pernah diperiksa serta melarikan diri pada tahun 2015 lalu. Pelaku bukannya malah bertobat dan kembali beroperasi di tempat lain. Menurunya, mi buatan AR tidak layak untuk dikomsumsi dan mengandung formalin yang diedarkan di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru.

"Kita amankan pelaku dan pemilik usaha. Karyawannya tidak, untuk mencegah dia melarikan diri lagi kita memproses untuk dilakukan penahanan. Untuk pabriknya juga kita tutup dan alat-alatnya akan dilakukan penyitaan supaya tidak melakukan perbuatan yang sama," terang Kashuri.

Sedangkan untuk sumber formalinnya ini belum diketahui dari mana. "Saat ini masih dilakukan pengembangan oleh teman-teman penyidik, mudah-mudahan kita temukan siap pengedarnya ini," harap Kashuri.

Atas perbuatannya tersebut, AR terancam dijerat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 136 huruf b  dengan ancaman hukumannya 5 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.***


Penulis : Ndanres  /  Editor : Cardoffa

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.