Home / Hukrim / Siksa Bocah 11 Tahun secara Sadis, Pemuda Ini Jadi Penghuni Sel Polsek Tenayan Raya

Pelaku Diamankan saat Berkeliaran di RS Bhayangkara Polda Riau

Siksa Bocah 11 Tahun secara Sadis, Pemuda Ini Jadi Penghuni Sel Polsek Tenayan Raya

Siksa Bocah 11 Tahun secara Sadis, Pemuda Ini Jadi Penghuni Sel Polsek Tenayan Raya
Humas Polresta Pekanbaru for oketimes.com
Tersangka JH alias Irwan (21) pelakua penganiayaan sadis bocah 11 tahun saat diamankan di Mapolsek Tenayan Raya Resta Pekanbaru, Selasa (5/3/2019).

Pekanbaru, Oketimes.com - Menitip anak kepada orang yang tidak tepat, bisa berdampak buruk bagi sang anak itu sendiri. Apalagi anak tersebut baru belasan tahun dan dititipkan kepada pemuda yang belum berumah tangga alias lajang yang berakibat fatal dialami sang anak.

Hal inilah dialami oleh Jaka (11 tahun dan bukan nama sebenarnya), menjadi korban keberingasan dari bukan seumurannya yang tidak lain paman angkat korban sendiri berinisial JH alias Irwan (21).

Di usia mudanya, Jaka seharusnya menikmati masa mudanya dengan bermain-main bersama rekan sejawatnya serta mengenyam pendidikan di sekolah, namun kini ia berubah menjadi pendiam dan penakut, lantaran ia menjadi korban kekerasan terhadap seseorang yang bukan tandingannya.

Kondisi luka bakar dan muka lebam di sekujur tubuhnya, membuat Jaka harus mendapat perawatan intensif dari dokter Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Jalan Kartini Pekanbaru, sejak Selasa (5/3/2019) kemarin.

Dimana sebelum Jaka dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau, Pardimin (35) salah satu pekerja peternak ayam di Jalan Sawo Mati milik Sugito Kelurahan Bencah Lesung Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, menemukan Jaka dalam keadaan luka parah dan lunglai di kandang ayam itu, Kamis 28 Februari 2019 dini hari.

Merasa prihatin dan tidak sanggup menahan pilu yang dialami Jaka saat itu, Pardimin pun melaporkan peristiwa yang dialami oleh Jaka kepada Sugito yang tidak lain majikannya sendiri yang tercatat sebagai anggota Polri yang bertugas di Pekanbaru.

Pardimin dan Sugito mencurigai bahwa pelaku tidak lain diduga kuat dilakukan oleh JH alias Irwan (21), lantaran selama ini Jaka tinggal bersama JH, setelah kedua orang tuanya menitipkan Jaka kepada JH alias Irwan sejak awal Januari 2019 lalu yang berangkat mencari kerja ke wilayah Duri Bengkalis, agar Jaka dirawat oleh JH yang tidak lain rekan kerjanya sendiri.

Berkat informasi Jaka dan diduga kuat pelakunya adalah JH alias Irwan, Pardimin dan Sugito pun melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Tenayan Raya Pekanbaru, guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

Anggota Reskrim Polsek Tenayan Raya pun mendapatkan informasi dari warga tentang adanya Tindak Pidana Kekerasan terhadap Anak itu, dan informasi tersebut diberitahukan kepada Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya kepada Ipda Lukman S.H pada Selasa 05 Maret 2019 sore.

Informasi tersebut pun diteruskan kepada Kapolsek Tenayan Raya Kompol M. Hanafi Tanjung dan memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Lukman, agar menangkap pelaku Tindak Pidana Kekerasan terhadap Anak tersebut dengan segera.

Tak lama kemudian, tepat sekira pukul 18.00 WIB, Anggota Reskrim Polsek Tenayan Raya bersama Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya Ipda Lukman SH mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di RS Bhayangkara Polda Riau di Jalan Kartini Pekanbaru Kota dan segera meluncur ke TKP.

Setibanya di RS Bhayangkara, Polisi melihat JH alias Irwan sedang duduk di ruang tunggu RS Bhayangkara, dan tanpa basa-basi pelaku JH pun langsung diamankan serta membawa pelaku ke Polsek Tenayan Raya, guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Tenayan Raya, kepada petugas JH alias Irwan mengakui perbuatannya dan petugas mengamankan barang bukti berupa Unit Handphone merk OPPO A3S warna hitam milik pelaku yang diduga adanya bukti rekaman kekerasan korban yang dilakukan JH alias Irwan kepada Jaka.

Dari hasil informasi yang dihimpun polisi dari korban Jaka, peristiwa kekerasan itu sudah sering dilakukan pelaku sejak Januari 2019 lalu yang tinggal dengan pelaku di dekat peternakan ayam tersebut. Kemudian alat yang digunakan pelaku untuk melakukan kekerasan seperti tangan, kayu, selang dan sendok yang dipanaskan.

Sementara dari hasil pemeriksaan dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, kondisi korban cukup parah, dimana mata korban mengalami luka parah, tulang dada korban mengalami patah sebanyak 2 buah. Kemudian pada bagian tubuh korban terdapat bekas luka bakar mirip tempelan sendok yang dipanaskan dan anemia berat (Hb 5, 6 normal 13).

Sementara dibagian kepala korban setelah dilakukan scan terdapat ada haematom di tulang tengkorak, dan Gizi korban Kurang Baik, dan hasil Lab Feset ditemukan Parasit (cacingan) serta luka-luka lebam, luka bakar dan lainnya hampir di seluruh bagian tubuh korban.

Kapolsek Tenayan Raya resta Pekanbaru, Kompol Hanafi Tanjung membenarkan adanya penangkapan pelaku tindak Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak dibawah umur berinisial JH alias Irwan (21) pada Selasa (5/3/2019) kemarin.

"Ya benar, pelakunya kita sudah amankan saat ini, dan kini sedang kita lakukan proses penyelidikan, untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut," kata Kompol Hanafi Tanjung pada oketimes.com Rabu (6/3/2019) siang.

Ditanya bagaimana kondisi korban dan keberadaan orang tua korban saat ini setelah korban menjadi korban kekerasan anak yang dilakukan pelaku? Mantan Kapolsek Pekanbaru Kota ini pun menyebutkan bahwa kondisi Jaka saat sedang menjalani perawatan medis secara intensif di RS Bhayangkara Polda Riau, lantaran kondisi korban sudah cukup parah dan harus mendapatkan perawatan medis dari dokter.

Sementara keberadaan orang tua korban lanjut Kompol Hanafi Tanjung, saat ini kedua orang tuanya belum mengetahui keadaan anaknya tersebut dan anggota tim Polsek Tenayan Raya sedang berupaya untuk mencari keberadaan kedua orang tuanya yang informasinya sedang berada di wilayah Duri Bengkalis Riau saat ini.

"Untuk saat ini kondisi korban sedang menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Riau, karena kondisi kesehatan korban sangat memprihatinkan. Sedangkan kedua orang tuanya, kita masih melakukan tahap pencaharian dan kita akan terus kembangkan proses penyelidikannya hingga tuntas," pungkas Kompol Hanafi Tanjung.

Sedangkan Pasal yang disangkakan kepada pelaku, Polisi akan menerapkan Pasal 80 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 juta rupiah.***


Penulis   : Ndanres   /   Editor   : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.