Home / Internasional / Kantor Atase Pertahanan KBRI Dhaka Bangladesh Kembali Dibuka

Kantor Atase Pertahanan KBRI Dhaka Bangladesh Kembali Dibuka

Kantor Atase Pertahanan KBRI Dhaka Bangladesh Kembali Dibuka
Puspen TNI for oketimes.com
Kantor Atase Pertahanan pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka Bangladesh kembali dibuka oleh Duta Besar (Dubes) RI Dhaka Ibu Rina P Soemarno, di Bangladesh, Selasa, (25/2/2019).

Bangladesh, Oketimes.com - Kantor Atase Pertahanan pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka Bangladesh kembali dibuka oleh Duta Besar (Dubes) RI Dhaka Ibu Rina P Soemarno, di Bangladesh, Selasa, (25/2/2019).

Pembukaan kembali Kantor Atase Pertahanan pada KBRI  Dhaka, Bangladesh ditandai dengan serah terima tugas dan wewenang pejabat Atase Pertahanan non resident  dari Kolonel Kav Dody M Taufik, S.E, M.Si kepada pejabat Atase Pertahanan resident Kolonel Chb Mardikan, S.H, M.S. ,M.M.Sc.

Dubes RI Dhaka Ibu Rina P Soemarno menyampaikan bahwa sebelumnya, KBRI Dhaka pernah memiliki Kantor Atase Pertahanan yang vakum selama 21 tahun pada tahun 1983 hingga 1998. Sejak krisis moneter tahun 1998, Kantor Atase Pertahanan pada KBRI Dhaka, Bangladesh ditutup, untuk wilayah Bangladesh dan dirangkap dari Kantor Atase Pertahanan pada KBRI Islamabad, Pakistan.

Lebih lanjut Dubes RI Dhaka Ibu Rina P Soemarno mengatakan Atase Pertahanan merupakan pejabat struktural TNI yang ditempatkan di Kantor Perwakilan RI dengan status diplomatik di beberapa negara akreditasi dalam rangka mewakili dan membantu Menteri Pertahanan, Panglima TNI, instansi terkait dalam melaksanakan misi diplomasi militer, kerja sama militer dan pertahanan serta misi perdamaian dunia.

"Dengan tugas membangun, memelihara dan meningkatkan hubungan dan kerja sama di bidang militer dan pertahanan di negara akreditasi resident, non resident dan partner," ujarnya.

Menurutnya, pertimbangan dibuka kembali kantor Atase Pertahanan di Dhaka antara lain Bangladesh memiliki pelabuhan laut Internasional di Chittagong yang digunakan sebagai tempat bekal ulang logistik KRI yang melintas menuju dan kembali dari Afrika dan Eropa.

Kemudian dapat meningkatkan kerja sama militer dan pertahanan karena Bangladesh merupakan negara ketiga terbesar di dunia penyumbang pasukan perdamaian PBB yang dapat dijadikan mitra TNI, Bangladesh dapat menjadi pasar potensial untuk penjualan produk Alutsista Indonesia, untuk memantau imigran ilegal yang banyak masuk melalui jalur laut ke Indonesia, makin meningkatnya hubungan bilateral antara Indonesia-Bangladesh.

"Kehadiran Atase Pertahanan diharapkan dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan diplomasi militer Indonesia di wilayah akreditasi. Oleh karena itu, Atase Pertahanan perlu untuk selalu berkoordinasi erat dengan semua pihak di KBRI Dhaka dan instansi terkait di negara akreditasi agar target kinerja diplomasi untuk kepentingan nasional tercapai," kata Rina P Soemarno.

Sesuai Keputusan Menteri Luar Negeri RI No. 2909/B/KP/11/2018, Kolonel Chb Mardikan, S.H, M.Si, M.M.Sc, sebagai pejabat Atase Pertahanan KBRI Dhaka mempunyai wilayah kerja meliputi Bangladesh merangkap Nepal dan Bhutan.

Dengan kehadiran Atase Pertahanan di KBRI Dhaka, diharapkan dapat membangun, memelihara dan meningkatkan hubungan dan kerja sama di bidang militer dan pertahanan dengan Angkatan Bersenjata/Kementerian Pertahanan dan Institusi lainnya di negara Bangladesh, Nepal dan Bhutan.***

Autentikasi: Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut (KH) H. Agus Cahyono.

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.