Sempat Diam, Kepsek SMAN 5 Ogah Disebut Tidak Transparan

Foto inset : Ilustrasi PPDB SMA 2018, Kepala Sekolah SMAN 5 Selamet Spd dan Plang Nama SMAN 5 Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Setelah sempat berdiam diri terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 di SMAN 5 Pekanbaru, akhirnya Kepala Sekolah SMAN 5 Pekanbaru, angkat bicara soal penerimaan siswa baru kelas X itu pada awak media ini.

Saat ditemui di kantornya Senin 16 Juli 2018 siang, Selamet Spd mengatakan bahwa sistem pelaksanaan PPDB 2018 di SMAN 5 Pekanbaru, menurutnya sudah sesuai aturan dan ketentuan yang mengacu Permendikbud No 14 tahun 2018 tentang pelaksanaan PPDB dan Peraturan Gubernur Riau Nomor 32 Tahun 2018 tentang PPDB SMA/SMK sederajat  tahun 2018.

Hanya saja dirinya tidak mau menjelaskan secara rinci seperti apa yang dimasksudkan sesuai aturan dan ketentuan yang dimaksud tersebut kepada awak media ini.

Selamet pun mengatakan bahwa pelaksanaan PPDB SMAN 5 Pekanbaru yang sudah dilakukan pihaknya, sudah sesuai juknis dan juklak PPDB 2018 yang mengacu pada Permendikbud dan Pergub tersebut. Termasuk soal transparansi hasil pengumuman seleksi PPDB 2018 yang sudah diumumkan di papan pengumuman.

"Tidak benar kita dikatakan tidak terbuka dan melakukan pembohongan publik. Sebab dari hasil pengumuman penerimaan sudah kita umumkan dan terpampang di papan pengumuman ditiap sudut sekolah," ulasnya.

Namun ketika awak media ini mempertanyakan, di pengumuman hasil seleksi tersebut tertera katagori siswa yang diterima ada jalur miskin sebanyak 78 calon siswa yang lulus. Kemudian ada 112 siswa yang lulus dari jalur radius 500 meter dari sekolah, akan tetapi tidak disebutkan alamat yang jelas dan tanpa dilakukan sistim rangking kelulusan.

Sementara untuk katagori jalur C atau jalur luar radius sekolah dari jarak 500 meter terpampang 133 siswa yang lulus diterima dengan mencamtumkan nilai rangking terendah hasil ujian sekolah yakni 64,60 dan tertinggi 91,60. Hal yang sama juga terdapat di jalur prestasi yang hanya diterima 3 siswa dan jalur khusus hanya yang diterima 18 orang.

Ketika awak media ini mempertanyakan kenapa jalur radius 500 meter dari dalam zona sekolah tidak dipampangkan alamat masing-masing siswa tersebut dan tidak dicantumkan rangking sama sekali di zona radius 500 meter itu?

Mantan Kepsek SMAN 14 Pekanbaru mengatakan bahwa pihaknya tidak serta merta harus mengumumkan rangking nilai siswa dan alamat masing dari jalur radius 500 meter tersebut. Dengan alasan, bahwa pihaknya selama ini hanya mengacu kepada calon siswa yang lama, sehingga menurutnya tidak begitu penting mengumumkan nilai rangking dan alamat yang jelas dalam daftar hasil seleksi yang dilakukan pihaknya.

Kemudian awak media juga menyebutkan ada belasan anak siswa yang disebut-sebut anak yang tinggal kelas, sementara dari hasil penelurusan awak media ini sama sekali tidak ada yang tinggal kelas, melainkan naik semua. Begitu juga ada jatah anak guru ada 9 orang, tapi dipapan pengumuman juga tak tampak kelihatan ada jatah guru yang terpampang.

Selamet pun menjawab, bahwa jika anak siswanya tidak ada yang tinggal kelas, menurutnya hal tersebut adalah sesuatu yang baik. Akan tetapi, ia tetap bertahan bahwa pelaksanaan PPDB 2018 di sekolah tersebut, dinilai sudah transparan dan tidak ada menurutnya pembohongan publik.

"Kalau misalnya ada orang tua yang komplain atau tidak suka dengan hasil seleksi tersebut, bagi kami tidak ada masalah. Kenapa mereka harus mengadu ke media (wartawan-red), sementara kepada kami para anak orang tua itu tidak ada koplain ke kami, hingga sekarang ini," pungkas Selamet.          

Menurutnya, jika orang tua siswa murid tersebut ada yang komplain saat ini, pihaknya tidak bisa menerima komplain tersebut begitu saja, dengan dalil bahwa pendaftaran siswa baru sudah ditutup sejak pasca pengumuman tersebut.

Kemudian awak media ini juga mempertanyakan soal lokal calon siswa yang tersedia saat ini ada 11 lokal untuk kelas X (sepuluh), yang terdiri 7 lokal untuk siswa jurusan IPA dan 4 lokal jurusan IPS. Akan tetapi yang disediakan pihak sekolah hanya ada 10 sekolah, dengan jumlah total siswa yang diterima hanya 360 siswa saja.

Sementara yang terpampang di pengumuman sesuai verifikasi panitia hanya 344 siswa saja, sementara 16 orang siswa tidak diumumkan serta diduga ada yang lowong 1 lokal.

Selamet pun sejenak terdiam, dan hanya bisa mengatakan bahwa pihaknya saat ini bisa menerima siswa sebanyak 360 siswa saja yang akan diisi 10 lokal saja.

"Pada intinya kita hanya bisa menjaring siswa hanya maksimal 10 lokal saja, dengan rincian 360 siswa saja yang diterima. Terkait soal adanya tudingan itu kurang transparansi dan lainnya itu diluar jalur kita, sebab instansi yang wewenang untuk mempertanyakan tersebut hanya bisa dari pihak Inspektorat dan Dinas tekait Riau saja," katannya.

Meski demikian, pihak media ini pun mencoba meminta penjelasan soal transparansi tersebut, akan tetapi Selamet bertahan bahwa pihaknya sudah transparan dan sudah melakukan pelaksanaan PPDB dengan baik sesuai juknis dan juklak yang ada dalam pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2018/2019 dengan baik.

"Tidak orang bisa menyalahkan harus begini, harus begitu, sebab dalam juklak dan juknisnya tidak ada disebutkan harus diumumkan seperti ini atau seperti itu. Sebab itu semua sudah sesuai dengan juklak dan juknis PPDB tahun ini dan kesepakatan rapat dari beberapa sekolah dan instansi terkait," tandasnya.

Selain itu, Selemet juga menegaskan bahwa pelaksnaan PPDB tahun 2018 di SMAN 5 Pekanbaru, sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam juknis dan juklak Permendikbud dan Pergub tentang PPDB tahun 2018, dengan transparan dan tidak ada siswa sekolah yang masuk dari belakang.

"Kalau tidak percaya, boleh saja masyarakat memantau dan datang langsung ke sekolah dengan mencek soal pelaksanaan PPDB tahun, sehingga masyarakat bisa puas menilai seperti apa pelaksanaannya saat ini," pungkasnya. (ars)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :