Home / Politik / Paslon Andi Rachman-Suyatno, Paling Serasi Kenakan Baju Melayu saat Debat Kandidat

Paslon Andi Rachman-Suyatno, Paling Serasi Kenakan Baju Melayu saat Debat Kandidat

Paslon Andi Rachman-Suyatno, Paling Serasi Kenakan Baju Melayu saat Debat Kandidat
Ist
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman - H Suyatno paling serasi mengenakan baju Melayu saat menghadiri Debat Kandidat Pilgubri 2018 yang diselenggarakan KPU Riau di Hotel Labersa Kecamatan Siak Hulu Kampar, Riau, Jumat 22 Juni 2018 malam.

Pekanbaru, Oketimes.com - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman-H Suyatno nomor empat, paling serasi menggunakan baju Melayu dalam dua kali debat kandidat yang diselenggarakan KPU Riau selama ini.

Pada debat kandidat pertama akhir April lalu, Andi Rachman-Suyatno menjadi satu-satunya pasangan calon yang menggunakan setelan baju Melayu lengkap dengan kain songketnya. Sedangkan pasangan calon lain hanya mengenakan setelan kemeja saja.

Kini, pada debat kedua yang berlangsung pada Jumat (22/6/2018) malam, paslon nomor 4 menunjukkan komitmen dan konsitensinya menegakkan budaya Melayu dengan tetap menggunakan setelan baju Melayu.

H Andi Rachman menggunakan baju Melayu dengan songket berwarna kuning, sedangkan H Suyatno juga memakai setelan baju Melayu berwarna kuning dengan songket berwarna merah.

Konsistensi ini nampaknya kemudian diikuti oleh tiga pasangan lainnya. Kini semua pasangan menggunakan baju Melayu.

"Saya rasa, pak Andi Rachman dan Suyatno paling konsisten. Untung pada debat pertama ada pak Andi dan pak Yatno yang pakai baju Melayu. Kalau tidak, tak satupun calon yang menonjolkan budaya Melayu dari segi cara berpakaian. Kan malu kita. Untung ada Andi Rachman-Suyatno, yang pakai baju Melayu saat itu, selamat juga marwah Melayu," ujar Rosmaini, salah seorang warga yang mengikuti kegiatan debat kandidat.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.