Home / Ekbis / BNPB Apresiasi Program Desa Bebas Api RAPP di Meranti

BNPB Apresiasi Program Desa Bebas Api RAPP di Meranti

BNPB Apresiasi Program Desa Bebas Api RAPP di Meranti
Istimewa
Sailal Arimi, Manajer Program Desa Bebas Api bersama Kepala Desa Putri Puyu, Syahrul saat meninjau lahan di Desa Putri Puyuh Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, belum lama ini.

Selatpanjang, Oketimes.com - Beberapa desa yang tergabung dalam Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP), berhasil menjaga daerahnya dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Satu diantaranya adalah Desa Putri Puyu, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, dimana desa tersebut dua tahun berturut-turut tidak pernah terjadi karhutla.

Terdapat tiga desa yang akan masuki tahapan Fire Resilience Community atau Masyarakat Tangguh Api, yaitu Desa Tanjung Padang, Putri Puyu, dan Lukit. Desa-desa ini nantinya akan mandiri dalam melakukan pencegahan Karhutla.

Kepala Desa Putri Puyu, Syahrul mengatakan melalui program Desa Bebas Api yang ditaja PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) masyarakat bergiat untuk menjaga desa dari karhutla. Sebab, dalam program tersebut masyarakat diberikan pemahaman bagaimana mencegah dan bahaya karhutla.

"Walaupun nantinya kami akan menjadi desa mandiri dalam mencegah kebakaran yang berarti tidak ada reward dan bantuan pertanian lagi, kami akan tetap menjaga lahan kami dari kebakaran," tutur Syahrul.

Tahun 2015, Desa Putri Puyu mengalami kebakaran seluas 50 hektar dan tahun 2014 lalu seluas 100 hektar. Syahrul mengakui setelah desanya bergabung dalam program Desa Bebas Api.

Begitu juga dengan Kepala Desa Tanjung Padang Abu Sofian menuturkan hal yang sama. Mereka akan tetap untuk menjaga lahannya bebas dari api.

"Kami juga mendukung bapak Jokowi untuk mencegah tidak terjadinya karhutla. Apalagi akan mendekati Asean Games, kami bakal terus pastikan lahan bebas dari api," terang Abu.

Manajer Program Desa Bebas Api, Sailal Arimi mengatakan beberapa desa yang masuk tahapan Masyarakat Tangguh Api bukan berarti akan dilepas begitu saja. Desa-desa tersebut akan terus dibina melalui program Desa Bebas Api.

"Masuknya beberapa desa dalam tahapan Masyarakat Tangguh Api ini berarti desa tersebut telah berhasil dalam mencegah karhutla. Artinya mereka dapat menjadi contoh desa-desa lain. Perusahaan tidak melepaskan pembinaan begitu saja, perusahaan akan terus memberikan pemahaman terkait karhutla kepada masyarakat," ucap Sailal.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, Willem Rampangilei apresiasi dengan program ini. Pencegahan bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja, tetapi semua elemen masyarakat.

"Program desa bebas api ini dapat berkontribusi dalam menekan angka karhutla. Semoga program ini secara lokal dapat diperluas dan diadopsi di daerah-daerah di Indonesia dalam upaya pencegahan kebakaran," kata Willem.***

1 Komentar

  1. avatar
    syamsul hakim 27 Mei 2018, 01:16
    apa kah dana reward nya untuk desa putri puyu sudah di cair kan/ di serah kan ke desa untuk reward 2017?
    Balas

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.