Diduga Tidak Sesuai Spek, LSM IPSPK3-RI Segera Lapor Empat Proyek Dinas Bina Marga Riau
Foto Inset: Lokasi pekerjaan kegiatan pembnagunan jalan hotmix dan Rigit Pavement yang dikerjakan rekanan di lokasi Lipat Kain - Lubuk Agung dan Ir Ganda Mora Ketum LSM IPSPK3-RI.
Pekanbaru, Oketimes.com - LSM Independen Pembawa Suara Pembrantas Korupsi, Kolusi, Krimanal Ekonomi Republik Indonesia (IPSPK3-RI) dalam waktu dekat ini, akan segera melaporkan dugaan adanya indikasi kecurangan dalam pelaksanaan tiga paket kegiatan yang ada di lingkungan Dinas Bina Marga Provinsi Riau kepada Kepolisian Daerah (Polda) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
Ketiga proyek yang akan dilaporkan itu antara lain, pekerjaan peningkatan jalan Hotmix Lipat Kain - Lubuk Agung yang dikerjakan oleh PT Bangun Purba Satahi - Hasrat Tata Jaya (KSO) dengan nilai kontrak Rp 12.376.613.272.52.
Kedua, pekerjaan peningkatan jalan Rigit Pavement paket Lubuk Agung - Batu Sasak yang dikerjakan oleh PT Hasrat Tata Jaya dengan nilai proyek Rp 13.619.820.101.01 dan terakhir paket pekerjaan peningkatan jalan Rigit Pavement Lipat Kain - Lubuk agung sepanjang 300 meter yang dikerjakan PT Bangun Jaya Pratama - Nasiotama Karya Bersama (KSO) dengan nilai proyek Rp4.097.414.359.90.
Demikian disampaikan Ir Ganda Mora Ketum LSM IPSPK3-RI pada oketimes.com pada Sabtu (10/07/2017) di Pekanbaru. Dikatakannya dana yang digunakan untuk pelaksanaan proyek tersebut bersumber dana dari APBD Riau tahun anggaran 2016.
Sebelumnya lanjut Ganda Mora, pelaksanaan kegiatan yang sama juga pernah dilakukan Dinas Bina Marga Provinsi Riau pada tahun 2015 lalu, terhadap proyek tersebut antara lain, peningkatan jalan Lubuk Agung - Batu Sasak - Batas Sumbar yang dikerjakan PT Semangat Hasrat Jaya dengan nlai proyek Rp 25.340.804.990.00.
"Dari hasil investigasi kami pada pelaksaan empat paket proyek tersebut dalam sepekan ini dilapagan, kini kondisi proyek sudah mengalami kerusakan di sepanjang proyek tersebut. Diduga pelaksanaan pekerjaan proyek tidak sesuai gambar dan spesifikasi teknis, sehingga kualitas dan kwantitas mutu pekerjaan cepat mengalami kerusakan yang membahayakan pengguna jalan disepanjang jalan tersebut," ungkap Ganda Mora. (ars)

Komentar Via Facebook :