Tingkatkan Penyerapan Kelapa Sawit di Pasar Domestik, RSPO Indonesia Taja Seminar Sehari di Pekanbaru
Tiur Rumondang saat memberikan pemaparan di depan puluhan peserta seminar di Hotel Novotel Pekanbaru, Selasa (17/01/17)
Pekanbaru, oketimes.com - Guna meningkatkan penyerapan kelapa sawit berkelanjutan di pasar domestik, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Indonesia menggelar seminar sehari di Hotel Novotel Pekanbaru, Selasa (17/01/17). Kegiatan yang menghadirkan sejumlah narasumber tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Seminar ini kami gelar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat stakeholder di seluruh Indonesia. Kegiatan serupa juga kami sudah gelar di kota-kota lain di Indonesia seperti Jambi, Kalimantan Timur Samarinda dan kota-kota lain di Indonesia," ujar Direktur RSPO Tiur Rumondang saat dikonfirmasi di sela-sela acara seminar.
Ia mengatakan, RSPO hanya menerbitkan sertifikat kepada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang telah diaudit selain sertifikat lain sebagai tambahan, ucap Tiur Rumondang dalam acara bertopik "Memperkuat Keberlanjutan Rantai Pasok Sawit Indonesia", tersebut.
Kegunaan sertifikat ini kata Tiur, ditujukan sebagai bentuk bentuk pengakuan kepada PKS, sehingga bisa diterima pasar dan berlaku selama lima tahun dengan diawasi oleh tim auditor.
"Tim auditor melakukan pengawasan setiap tahun. Kalau ternyata tim audit menemukan hal-hal yang berbau minor, maka PKS tersebut akan diberi teguran", ujarnya.
Adapun peserta seminar ini diikuti oleh sejumlah pengusaha dan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Riau.
Sedangkan narasumber diantaranya, Kepala UPTD Penerapan Teknologi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikurltura dan Perkebunan Riau, Ambar Kusumawati, 2. Kepala Seksi Penetapan Hak Tanah Badan Hukum, Kantor Wilayah Bpn Provinsi Riau, Masrul A Ptnh, Koordinator ICS, Asosiasi Petani Sawit Swadaya Amanah, Tajib Ermadi, Senior Manager For Corporate Affairs, Musim Mas,Togar Sitanggang, PT Perkebunan Nusantara V, Widiati Djarwoto dan moderator oleh Darmawan Liswanto sekaligus pengamat kelapa sawit berkelanjutan. (fin)

Komentar Via Facebook :