Aktivis Pertanyakan Bangunan RKB SDN 99 Pekanbaru

Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN 99 di Jalan Durian Pekanbaru yang kini tengah dibangun.

Pekanbaru, Oketimes.com - Sesuai keputusan Badan Standarisasi Nasional (SNI) Nomor 222/Kep/BSN/12/2014 tentang penetapan revisi satu, SNI hanya memberikan toleransi produk pembesian plus minus 0,4 mm. Berbeda halnya dengan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN 99 Pekanbaru yang kini tengah dibangun, selisih pembesian mencapai 2 mm.

"Saya sudah berupaya meminta klarifikasi dari Kepala sekolah (Kepsek) SDN 99, (Rd) terkait pembesian pada bangunan RKB ini. Namun sepertinya beliau tak mau dikonfirmasi soal ini," ujar aktifis Lembaga Perlidungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM Jihat), Efialdi kepada wartawan, Senin (24/10/16).

Efialdi mengungkapkan, berdasarkan temuan di lapangan, kolom, slof balok dan ring balok menggunakan besi ukuran 10 mm. Sementara beugel menggunakan besi 6 mm.

"Pembesian pada kolom, slof balok dan ring balok biasanya menggunakan besi ukuran 12 mm, sedangkan beugel 8 mm. Setelah kami teliti ternyata besi yang digunakan bukan besi SNI," ungkapnya.

Menurut Efialdi, pengurangan ukuran pembesian akan mengurangi kekuatan bangunan, ujarnya menunjuk bangunan RKB SDN 99 Pekanbaru Jalan Durian tersebut yang berasal dari dana APBN 2016 senilai Rp 272,8 juta.

"Selain Kepala sekolah selaku penanggungjawab anggaran, kami juga mencurigai peran konsultan dalam proyek ini," tukasnya. (fin)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :