Workshop Pembuatan Film Yayasan Insan Madani Duri Resmi di Tutup
Workshop pembuatan film pendek dan dokumenter yang ditaja Yayasan Insan Madani Duri resmi ditutup, Kamis (22/9/16) pukul 18.05 WIB oleh ketua yayasan Arik Jatmiko.
Bengkalis, Oketimes.com - Workshop pembuatan film pendek dan dokumenter yang ditaja Yayasan Insan Madani Duri resmi ditutup, Kamis (22/9/16) pukul 18.05 WIB oleh ketua yayasan Arik Jatmiko.
Workshop pembuatan film pendek dan dokumenter ini, memberikan warna baru dalam pengetahuan peserta di dunia broadcast. "Manfaat yang kami rasakan adalah pengetahuan dalam proses pembuatan film mulai pra produksi, produksi, dan evaluasi. Selain itu, administrasi dan hukum yang perlu kami lakukan dalam memproduksi film nantinya," ungkap Taufiq Hidayat Hasibuan seorang peserta workshop.
Taufik mengaku, peserta workshop tertantang untuk membuat film pendek dan dokumenter. Meski tantangannya cukup berat namun disanalah letak indahnya bekerja dalam membuat film oleh team work yang solid.
"Wacana pembuatan film berikutnya telah disusun oleh peserta workshop ini untuk digarap menjadi sebuah film dengan settingnya di Duri dan sekitarnya. Pengetahuan yang telah kami terima akan dimanfaatkan untuk kebaikan umat. Komunitas Film Duri (KFD) akan komitmen dan konsisten melahirkankan beberapa film karya masyarakat Duri," tambah Taufik Hidayat yang dipercayakan menjadi ketua KFD dan pernah menjadi figuran di Film Layar Lebar `Dawai Cinta Mutiara Hitam` ini beberapa bulan lalu.
Pelaksanaan workshop sungguh luar biasa. Hingga hari terakhir teman-teman masih bersemangat menerima materi editing dari Amarullah. Bahkan, ada yang ingin belajar lagi dalam memahami pembuatan film pendek dan dokumenter ini, ungkap Ketua Pelaksana Arik Jatmiko.
Arik sangat mengharapkan bimbingan lebih lanjut dari pemateri Pak ND Juaii M Usna dan Pak Amarullah, "Karna sebagaimana keinginan kami akan mengikuti festival film nantinya. Tentu perlu perencanaan dan persiapan yang baik selain semangat berkarya dari kami," tambah Arik Sujatmiko alumni SMAN 2 Bangko Pusako Rokan Hilir ini.
Semoga ilmu yang disampaikan pemateri bisa kami aplikasikan dalam bentuk film pendek maupun dokumenter nantinya. Memohon doa restu serta dukungan dari masyarakat Kecamatan Mandau agar kami solid dan menghasilkan karya audio visual yang berisi motivasi kehidupan dan mensyiarkan Islam di tengah masyarakat Muslim dalam waktu dekat ini, tutup Arik Jatmiko yang juga Ketua Yayasan Insan Madani.
"Di antara workshop pembuatan film di lima kecamatan mulai Bengkalis, Bantan, Siak Kecil, dan Kecamatan Bukit Batu yang telah kami dilakukan, Kecamatan Mandau adalah waktu tersingkat. Dalam tenggang waktu empat hari, Alhamdulillah mampu menghasilkan dua film. Film dokumenter "Pendidikan Anak-Anak Sakai" dan film pendek "Sedekah" adalah karya yang luar biasa karena prosesnya paling singkat. Meskipun film tersebut masih diedit, kami selaku pemateri memberikan aplus kepada Pak Taufik Hidayat dan Pak Jufri karena karakter tokoh tuntutan skenario dapat mereka perankan dengan baik," ungkap ND.
Juaii M Usna sineas Bengkalis yang juga Seorang jurnalis ini. ND Juaii M Usna juga memberikan aplus, buat Fitri Amaliya SPd (guru Bahasa Indonesia di SMPN 17 Mandau) kami sangat salut karena beliau adalah peserta yang memiliki talenta tinggi. Selain sebagai penulis skenario, Fitri juga merangkap editor, dan melanjutkan tugas sebagai kameramen pengganti kameramen yang kurang fit, puji ND Juaii yang saat ini dipercaya sebagai Pamong Saka Wira Kartika Kodim 0303 Bengkalis.
Seorang Abi Bahrun anggota DPRD Kabupaten Bengkalis sangat mendukung atas kegiatan workshop ini. Beliau juga ikut menunjukkan kemampuan aktingnya sebagai Mubaligh dalam film Sedekah.
Ada keinginan beliau di luar rutinitasnya di legislatif untuk membuat film Buya Hamka sebagaimana rencana temannya di Jakarta beberapa waktu lalu. Butuh dana puluhan miliar untuk mewujudkan film sejarah
untuk layar lebar ini. (ptr)
Komentar Via Facebook :