Dambakan Ruang Belajar Sendiri, PDTA Pematang Pudu Butuh Dukungan
Tiga orang guru foto bersama anak-anak di PKBM Bee Star desa Pematang Pudu, Duri Kecamatan Mandau Rabu (21/9).
Bengkalis, Oketimes.com - Pendidikan Diniyah Ta`miliyah Alimiyah (PDTA) yang beralamat di jalan Bathin Bathuah Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau adalah tempat sementara dimana 52 anak-anak yang mayoritas dari suku Sakai menimba ilmu.
Mereka belajar di ruangan berukuran 4 X 5 meter mulai pukul 10.00 WIB sampai menjelang azan sholat Zuhur, di bawah naungan PKBM Bee Star.
Anak-anak ini berusia antara 5-10 tahun dididik oleh 5 orang guru yang penyabar. Sabar menghapi tingkah laku mereka, maupun sabar karena kecilnya gaji. Tiga guru diantaranya Rita Rosmi, Deti Kurnia, dan Siti Maryam adalah anak jati Sakai yang telah mengabdi sejak dibukanya PKBM Bee Star ini pada tahun 2013 silam.
Mereka hanya berbekalkan ijazah SD yang saat ini juga mengikuti sekolah paket B. Saat ini, PKBM Bee Star dibina dan beri honorarium oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional PT CPI Duri sejak Idul Fitri 1437 Hijriyah lalu. LAZ CPI juga menyediaan alat tulis dan media pembelajaran lainnya.
Meski honor yang diterima dari LAZ Nas PT CPI Duri dibawah UMR karena sifatnya hanya bantuan, tidaklah menyurutkan semangat para guru untuk memajukan pendidikan bagi anak Sakai dan anak kurang mampu tersebut.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada LAZ Nas PT CPI Duri yang telah peduli kepada kami.Terima kasih juga buat Buk Endah dan kawan-kawan, karena beliau adalah perintis sehingga PKBM ini ada. Buk Endah telah banyak berbuat dari awal hingga habis lebaran kemarin," ungkap koordinator PKBM Yusraini, SH kepada Wartawan, Rabu (21/9/16).
Yusraini berharap suatu hari PDTA memiliki bangunan sendiri sebagai wadah belajar, alat tulis, dan tambahan media pembelajaran. Untuk memenuhi kebutuhan ini kami berharap bantuan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan donatur.
Guru yang akrab dipanggil Neni ini menuturkan bahwa mereka berlima bekerjasama dalam mendidik membaca, menulis, dan berhitung kepada anak-anak tersebut.
"Selain itu, anak-anak ini setiap hari selama jam sekolah kami arahkan untuk mendirikan sholat Zuhur berjamaah di masjid Darajat yang letaknya di sebelah PKBM Bee Star ini," tutur Neni yang lulusan Sarjana Hukum ini.
Azan Zuhurpun berkumandang. Hanya 3 guru yang bisa mendampingi puluhan anak-anak lugu dengan cita-cita setinggi langit agar dapat berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan anak-anak maju di daerah lainnya. 2 guru lagi tidak bisa bersama mereka untuk sementara karena 1 orang guru cuti melahirkan dan 1 guru lainnya pulang kampung karena sakit.
"Doa senantiasa kami panjatkan kepada yang punya rencana, Allah SWT," katanya. (ptr)
Komentar Via Facebook :