Resmi Jadi Gubernur Riau Defenitif
LAM Riau Tepung Tawari Arsyadjuliandi Rachman
Ketua dewan harian LAM, Al-Azhar saat memberikan tepung tawar kepada Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Jumat (27/5/2016).
Pekanbaru, OKETIMES.COM - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menggelar acara Majelis tepuk tepung tawar Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, bertempat di LAM Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat (27/5/2016).
Pada kesempatan ini, Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Riau H.OK Nizami Jamil mewakili segenap jajaran pengurus LAM Riau, menyampaikan sekapur sirihnya dalam ungkapan melayu, OK Nizami Jamil mengungkapkan. "Yang didahulukan selangkah, yang ditinggikan seranting, yang dilebihkan serambut, yang dimuliakan sekuku".
"Ungkapan ini berarti bahwa antara pemimpin dengan kaumnya jaraknya hanya didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting. Sehingga mudah dijangkau dan dihubungi dan bahkan dalam ungkapan adat melayu ditegaskan lagi, jauhnya tidak berjarak dekatnya tidak terasa," terang OK Nizami Jamil saat membacakan sekapur sirihnya dihadapan Gubernur Riau dan pengurus lembaga adat melayu Riau.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada kesempatan yang mulia ini atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada Lembaga Adat melayu Riau, karena dalam waktu yang singkat bisa membuat acara Majelis tepuk tepung tawar seperti ini.
"Walaupun sebelumya telah terjalin komunikasi yang baik dengan LAM, kami dari pribadi dan keluarga termasuk jajaran dilingkungan pemerintah provinsi Riau mengucapkan terimakasih dan berharap agar kedepan komunikasi yang telah terjalin dapat ditingkatkan serta mohon doa restunya, dukungan dan masukan dari orang tua-tua kami, bapak ibu serta seluruh pengurus LAM," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.
"Apa yang sudah kita laksanakan dalam membangun Riau ini mari kita lanjutkan dan tingkatkan Insya pembangunan di provinsi Riau akan berkembang terus," imbuh Gubernur Riau yang kerab disapa Andi Rachman.
Dalam majelis tersebut gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berkesempatan menerima tepuk tepung tawar dari ketua umum LAM Oka Nizamijamil, dilanjutkan oleh mantan Gubernur Riau Saleh Djasit, serta tokoh masyarakat Riau diantaranya Datuk Sri Lela budaya Rida K Liamsi, Muhammad Dun Usul, Datuk Tuah Bandar Herman Abdullah,Tengku Muktar, dan Ketua Harian LAM Datuk Sri Al Azhar.
Tepuk tepung tawar merupakan suatu acara adat di negeri-negeri Melayu, khusunya di Riau yang berkembang dalam masyarakat sejak masa raja-raja dahulu hingga saat ini.
Makna dari upacara tepuk tepung tawar bagi masyarakat melayu adalah memohon keselamatan dan kebahagiaan kepada Yang Maha Kuasa baik di dunia maupun di akhirat.***/hms/red.

Komentar Via Facebook :